Berita Pasuruan
Hebat, Warga Pasuruan Ini Kumpulkan Pundi-pundi Rupiah dari Tanaman yang Dianggap Hama
Berkat kreativitasnya, tanaman yang semula tak bernilai itu mampu disulap menjadi ladang penghasil rupiah.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Titis Jati Permata
Di situlah, ia mendapatkan pengalaman.
“Ada pelatihan kerajinan eceng gondok di kecamatan. Saya pun tertarik, untuk kemudian mengikutinya,” kisah perempuan asal Balongbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil tersebut.
Awalnya memang tak mudah. Beberapa kali percobaan, hasilnya tak sesuai harapan.
Namun, dengan semangat yang dimilikinya, perlahan ia pun bisa berkreasi dengan apa yang diharapkannya.
Ia berhasil menjadikan batang eceng gondok itu sebuah dompet.
Dompet yang dibuatnya itu rupanya ada yang minat.
“Waktu itu, saya jual Rp 75 ribu. Tanpa nawar, dompet buatan saya langsung dibeli teman,” akunya.
Hal itu makin memotivasinya. Ia pun belajar lebih giat, untuk berkreasi lebih banyak.
Tak hanya sekadar membuat dompet. Tetapi juga, membuat kerajinan lainnya.
Seperti tempat tisu, tas, aksesoris dan beragam kerajinan lainnya.
Harga yang ditawarkan beragam. Tergantung jenis dan besar kecilnya barang tersebut.
Paling murah, dibandrol Rp 15 ribu yakni untuk tempat foto.
Sementara paling mahal, dibandrolnya hingga Rp 150 ribu untuk tas.
Menurut ibu tiga anak ini, barang kerajinan buatannya memang baru menjamah wilayah Kabupaten Pasuruan.
Namun, pihaknya optimis pasar kerajinan dari eceng gondok ini masih lebar.
“Pesanannya memang belum banyak. Karena hanya beberapa barang dalam sebulan. Karena, kebetulan saya juga sibuk, mengajar,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/eceng-gondok_20171217_140545.jpg)