Minggu, 12 April 2026

Berita Pasuruan

Hebat, Warga Pasuruan Ini Kumpulkan Pundi-pundi Rupiah dari Tanaman yang Dianggap Hama

Berkat kreativitasnya, tanaman yang semula tak bernilai itu mampu disulap menjadi ladang penghasil rupiah.

surya/galih lintartika
Kerajinan tas berbahan eceng gondok kreasi Yayuk Astuti (43), warga Balongbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Eceng gondok kerap dianggap sumber masalah.

Namun, tidak bagi Yayuk Astuti (43), warga Balongbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Berkat kreativitasnya, tanaman yang semula tak bernilai itu mampu disulap menjadi ladang penghasil rupiah.

Batang eceng gondok itu sudah mengering. Yayuk Astutik tinggal memipihkan dengan alat penggiling.

Tak butuh waktu lama. Hanya beberapa menit hingga batang eceng gondok yang semula mengembang itu tampak tipis.

Bukan hanya satu batang. Karena ada beberapa batang lainnya, yang juga dipipihkannya.

Selanjutnya, ia pun tinggal menganyamnya, untuk kemudian dibuat kerajinan sesuai yang diinginkan.

Bisa dibuat dompet, tas, tempat tisu dan beragam kerajinan lainnya.

“Kebetulan untuk eceng gondoknya sudah bisa dengan mudah didapatkan. Saya tinggal memipihkannya, agar mudah untuk dibuat kerajinan tangan,” kata Yayuk saat ditemui di Kantor Desa Masangan, Kecamatan Bangil.

Kerajinan tas berbahan eceng gondok kreasi Yayuk Astuti (43), warga Balongbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Kerajinan tas berbahan eceng gondok kreasi Yayuk Astuti (43), warga Balongbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. (surya/galih lintartika)

Perempuan 43 tahun itu memang dikenal sebagai perajin dari batang eceng gondok.

Kerajinan eceng gondok tersebut, ditekuninya sejak dua tahun belakangan.

Berkat kreativitasnya dalam merancang kerajinan berbahan eceng gondok itu, pundi-pundi rupiah bisa didapatkannya.

Yayuk menceritakan, ikhwal kreativitasnya itu bermula dari keprihatinannya dengan tanaman eceng gondok yang bertebaran di sungai-sungai.

Perempuan yang juga guru PAUD ini pun, tergerak untuk memanfaatkannya.

Namun, semula ia bingung bagaimana mewujudkannya.

Hingga akhirnya ada pelatihan ketrampilan di Kecamatan Bangil.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved