Jumat, 24 April 2026

Sambang Australia

Australia Jorjoran Biayai Riset dan SDM Kelautan

Australia tak main-main dalam mengembangkan potensi kelautan yang mereka miliki. Kualitas dan kuantitas SDM pun terus digenjot.

surabaya.tribunnews.com/eben haezer
Pemandangan kota Sydney dari Udara, Selasa (24/10/2017). Garis Pantai yang panjang menjadikan potensi kelautan Australia sangat tinggi. 

Dilansir dari laman resmi UWA Oceans Institute, seluruh fasilitas tersebut menghabiskan investasi senilai tak kurang dari 62 juta dolar Australia atau tak kurang dari Rp 620 miliar.

“Banyak data yang kami hasilkan yang dapat dimanfaatkan oleh negara manapun termasuk Indonesia. Itu karena kami yakin bahwa laut harus kita kelola dan rawat bersama untuk masyarakat,” pungkasnya.

Pendidikan Vokasi

Pengembangan riset dan SDM di bidang kelautan tak cuma digarap oleh UWA. Misi yang sama juga digarap oleh South Metropolitan TAFE, sebuah lembaga pendidikan vokasi di kawasan Fremantle City. Salah satu studi yang ditawarkan di sana adalah studi Aquaculture.

“Secara sederhana, aquaculture adalah ilmu tentang bagaimana menjadikan produk-produk kelautan seperti perikanan, dapat dikembangkan sehingga ukurannya lebih besar dan lebih bermanfaat untuk konsumsi,” kata Jason Pepperell, Portfolio Manager Maritime South Metropolitan TAFE.

Selain mengandalkan aquaculture, TAFE juga menawarkan fasilitas program studi terkait logistik, wisata kelautan, serta pelayaran.

“Di sini kami memiliki teknologi simulasi untuk pelayaran. Di Australia, teknologi ini cuma ada tiga. Salah satunya milik kami,” ujar Kim Wood, Manager International Strategy TAFE.

Kim kemudian menyodorkan data jumlah mahasiswa Indonesia di kampus tersebut.

Dari data itu dapat di lihat, meski program studi seputar kelautan yang mereka tawarkan sebenarnya sangat penting untuk pengembangan industri kelautan di Indonesia, namun dari 57 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di sana, hanya satu mahasiswa saja yang mengambil studi marine studies.

Selebihnya, menyebar di berbagai prodi seperti teknologi informasi, pariwisata, lifestyle, art and design, teknik, kesehatan, perhotelan, dan business and management.

“Saya kira Indonesia punya potensi kelautan yang besar. Sehingga, saya kira kampus kami dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan SDM-nya,” kata Kim. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved