Sambang Australia
Kisah Para Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Menempuh Studi di Australia
Australia dilirik oleh banyak mahasiswa dan pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi. Apa alasannya? Ini kata mereka..
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Eben Haezer Panca
Meski kini terlanjur betah, namun bagi para pelajar Indonesia di Australia, homesick pasti juga pernah dirasakan.
Setidaknya hal itu pernah dialami Farisa Andini, mahasiswa asal Bandung yang juga menempuh studi di Curtin University.
"Homesick di awal-awal datang kemari. Apalagi, saat itu saya umur 17 tahun dan baru pertama kalinya jauh dari keluarga," kenang mahasiswa yang akrab dipanggil Caca tersebut dan sudah 4 tahun menetap di Perth.
Untungnya, perasaan homesick itu tak bertahan lama. Di Australia Caca cepat bertemu dengan teman-teman baru sesama pelajar dan mahasiswa dari Indonesia, khususnya mereka yang tergabung dalam PPI Western Australia.
"Kadang-kadang padatnya kegiatan perkuliahan juga membuat kami stres. Jadi biar nggak stres, kami (PPI Western Australia) di sini sering kumpul-kumpul atau jalan bareng," ujar Caca.
Alvin Aditya, ketua PPI Western Australia, sepakat dengan apa yang disampaikan Caca. Menurut Alvin, para anggota PPI Western Australia akan membantu para pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang baru pertama kali datang ke sana dan membutuhkan bantuan.
"Jadi jangan takut untuk kuliah di sini. Apalagi banyak kesempatan beasiswa yang dapat dicari. Setelah di sini, jangan khawatir tidak punya teman. Karena di sini ada PPI-nya," kata Alvin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cerita-mahasiswa-indonesia-di-australia_20171031_190649.jpg)