Single Focus
Layanan Ambulans di RS masih Mahal, Warga Minta Aturan Tarif Transparan
"Pihak rumah sakit lalu menawarkan ke saya ambulans lain. Katanya, ambulans ini yang biasa melayani di rumah sakit," ucap Arif.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
Layak Gratis
Hal senada dialami Asmuni, warga Keputran, Surabaya. Empat bulan lalu, ada tetangga di kampung meninggal dan membutuhkan ambulans untuk mengangkut jenazah ke Ponorogo.
"Saat itu saya langsung kepikiran untuk meminta layanan ambulans gratis milik Pemkot. Ternyata tidak dilayani, alasannya tidak bisa karena mengantar ke luar kota," kata Asmuni.
Padahal, yang meninggal warga Surabaya, yang berhak mendapat pelayanan ambulans gratis sebagaimana disyaratkan Pemkot. Termasuk layanan mengantar ke luar kota.
"Katanya saat itu ambulans dalam kondisi terbatas sehingga tidak bisa ambil order mengantar ke luar kota," ucap Asmuni.
Ia sempat mencoba ke sejumlah lembaga, namun tidak bisa tersambung. Hingga akhirnya ia mendapat layanan ambulans dari salah satu instansi swasta.
Ia ingat ditarik Rp 2,5 juta untuk mengantar sampai Ponorogo. Lantaran tidak ada pilihan lain akhirnya jasa itu ia terima.
Asmuni menyayangkan keberadaan armada ambulans Pemkot yang sangat terbatas. Dan, tidak mau melayani luar kota dengan alasan keterbatasan armada.
"Kalau kebutuhannya memang tinggi harusnya pengadaan ditambah, mengingat sangat dibutuhkan masyarakat. Kondisi di lapangan ambulans swasta sangat mahal," ungkap Asmuni.
Ia bahkan mengusulkan agar ada satu unit ambulans siaga di setiap kecamatan. Sehingga, bisa digunakan setiap kali dibutuhkan warga.
"Faktanya, ada pihak swasta yang menyediakan tapi harga yang dipatok mahal dan tidak boleh ditawar," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mobil-ambulans-pemkot_20171023_013952.jpg)