Vitapharm Optimis Catat Pertumbuhan Meski Pasar Melambat
Di tengah persaingan yang ketat dengan brand asal luar dan dalam negeri, Vitapharm agresif memasarkan produk kosmetiknya di pasar domestik.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah persaingan yang ketat dengan brand asal luar maupun dalam negeri, PT Vitapharm terus agresif memasarkan produk kosmetiknya di pasar domestik.
Inovasi produk serta terus hadir dalam kegiatan yang menampilkan kecantikan, menjadi salah satu upaya yang dilakukan.
"Memang kondisi pasar kosmetik di tahun 2017 ini, terimbas dari kondisi ekonomi baik global maupun domestik yang melemah. Namun kami masih catatkan pertumbuhan, meski tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya," jelas Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Indonesia Timur PT Vitapharm, di sela menerima kunjungan dan kegiatan beauty class untuk ibu-ibu Fatayat dan Muslimat di pabrik kawasan Panjang Jiwo, Surabaya, Jumat (20/10/2017).
Sebelumnya, per tahun penjualan PT Vitapharm bisa tumbuh hingga 15 persen. Tapi di tahun 2017 ini, kenaikan masih di bawah 10 persen. Hingga akhir tahun, ditarget bisa naik maksimal 10 persen.
"Karena itu kami terus lakukan inovasi produk. Juga aktif ikut kegiatan event-event kecantikan, seperti Surabaya Fashion Week, dan yang sedang digelar saat ini adalah Moslem Fashion Festival di mal Royal Plaza," jelas Yusuf.
Dalam kegiatan event yang berbalut kecantikan, Vitapharm memberikan dukungan berupa produk kosmetik yang dipakai untuk para model. Selain memberikan dukungan berupa sponsor dan membuka stan selama kegiatan.
"Karena kami sudah menggandeng asosiasi perias pengantin Harpa Melati, pengusaha salon, dan lain sebagainya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dengan Rudi Hadisoewarno, kami sudah teken kontrak untuk kegiatan roadshow trend 2018, di 17 kota, kota pertama Surabaya," tambah Danny Wibisono, Kadiv Pemasaran PT Vitapharm.
Selain itu, untuk produknya, Yusuf dan Danny sepakat, perusahaan memiliki strategi untuk dapat mempertahankan pangsa pasar di Tanah Air, yakni dengan menjaga kualitas produk dan memperluas wilayah penjualan. Salah satu pasar baru yang dibidik adalah Papua.
"Papua menjadi pasar yang cukup potensial. Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang digenjot, pendistribusian produk kami menjadi lebih mudah dan murah, hingga harga bisa dijangkau oleh masyarakat sana," ungkap Yusuf.
Saat ini, Yusuf mengklaim Viva menguasai 50 persen pasar kosmetik di Tanah Air dengan konsentrasi di Pulau Jawa.
Untuk pasar ekspor, dia mengatakan hanya sedikit porsi produk yang dikirim keluar negeri. Karena Viva merupakan produk kosmetik yang dikhususkan bagi negara tropis, sehingga negara dengan empat musim kurang cocok menggunakan Viva.
Viva memiliki sekitar 500 varian produk kosmetik. Tiap tahunnya, perusahaan mengeluarkan produk baru sebanyak 5 hingga 10 produk. Rangkaian produk perusahaan yang berkantor pusat diu Surabaya ini antaranya Viva White dan Viva Queen. Untuk kalangan remaja, Viva mengeluarkan brand tersendiri, yaitu Red A.
Kunci mempertahankan pasar dan industri, tambah Danny adalah konsistensinya menjaga kualitas produk.
"Hal itu kami tunjukkan melalui operasional pabrik yang bersih, higienis, serta rapi," kata Danny saat menunjukkan kondisi pabrik kepada rombongan Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/vitapharm_20171020_174137.jpg)