Berita Nganjuk
Warga Ramai-ramai Mengais Barang Sisa Kebakaran Pasar Tradisional di Nganjuk
Meski area kebakaran belum dinyatakan aman, warga tetap nekat beramai-ramai untuk memasuki lokasi kebakaran.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | NGANJUK - Usai proses pembasahan yang dilakukan petugas pemadam kebakaran, para pemilik kios yang terbakar barsama warga mulai memasuki lokasi pasar tradisional Kertosono Kabupaten Nganjuk, Senin (2/10/2017).
Meski area kebakaran belum dinyatakan aman, warga tetap nekat beramai-ramai untuk memasuki lokasi kebakaran.
Mereka terlihat sibuk mencari barang-barang dari sisa kebakaran.
Tampak, sejumlah orang mengais timbunan barang dari salah satu kios sembako milik warga setempat.
"Kalau pemilik kios ini namanya ibu Suci warga Kutorejo," ujar Suliswati dijumpai dilokasi kebakaran, Senin (2/10/2017).
Kendati demikian, banyak barang dagangan berupa sabun cuci dan sabun mandi serta sejumlah sembako sudah dalam kondisi rusak.
Rencananya, barang dagangan milik Suci yang berhasil diselamatkan ini akan dibawa ke kediamannya.
"Ini ada beras sekarung beras ketan. Sayangnya, tapi bawahnya sudah terbakar," cetusnya.
Seperti yang diberitakan pasar tradisional di Desa Banaran, Kecamatam Kertosono terbakar, Minggu, (1/10/2017).
Penyebab kebakaran ini diduga karena korsleting listrik di salah satu kios milik pedagang.
Informasinya, sumber api pertama kali muncul dari dalam toko elektronik Gema.
Setidaknya, sebanyak 19 mobil pemadam kabakaran dari Kota dan Kabupaten Kediri, Jombang, Madiun dan Nganjuk serta gudang garam terjun ke lokasi untuk memadamkan kebakaran dahsyat ini.
Relokasi Pedagang
Pemerintah Kabupaten Nganjuk rencananya bakal secepatnya merelokasi para pedagang yang terkena musibah kebakaran di pasar tradisional Kertosono.
Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman mengatakan setelah dilakukan rapat bersama para instansi terkait memutuskan akan merelokasi para pedagang.