Rabu, 15 April 2026

Travel

Larung Sesaji di Kawah Gunung Kelud, 'Magnet' Wisatawan yang Datang ke Sana

Larung sesaji ini dilakukan secara turun-temurun yang merupakan warisan tradisi budaya peninggalan dari para leluhur.

surya/mohammad romadoni
Acara larung sesaji dalam rangkaian Festival Kelud 2017. 

Arak-arakan sesaji itu diiringi wanita berbaju tradisional. Salah satu wanita berbaju tradisional itu menaiki tandu.

Rombongan arak-arakan saat acara larung sesaji dalam rangkaian Festival Kelud 2017.
Rombongan arak-arakan saat acara larung sesaji dalam rangkaian Festival Kelud 2017. (surya/mohammad romadoni)

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo mengatakan larung sesaji yang merupakan warisan dari luluhur ini sebagai cara untuk menjaga budaya tradisi tetap utuh.

Sekaligus, menarik simpati dari wisatawan nasional hingga mancanegara untuk bertandang ke wisata Gunung Kelud.

"Larung Sesaji ini adalah tradisi masyarakat lereng Kelud. Yakni sebagai wujud syukur dan berkah karena dalam erupsi Februari 2014 silam tidak sampai mengakibatkan korban jiwa," tutur Adi Suwignyo.

Terpisah, Camat Ngancar, Arif Gunawan menambahkan larung sesaji adalah acara rutin yang digelar setiap tahun ini adalah bentuk kearifan lokal yang menghargai warisan leluhur.

"Hal ini juga sebagai upaya kita melestarikan kebudayaan yang ada di lereng Kelud," imbuhnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved