Rabu, 13 Mei 2026

Berita Surabaya

Pemain Pantomim Kawakan Ini Berbagi Trik pada Guru Seni Surabaya

Septian Dwi Cahyo juga berbagi tips pada para guru untuk bisa mengajarkan pantomim pada siswanya secara efektif.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/sulvi sofiana
Septian Dwi Cahyono, aktor pantomim sekaligus pelawak kondang tanah air mendatangi Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya saat mengajarkan pantomim pada 300 guru seni budaya jenjang SD dan SMP, Sabtu (30/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Dengan rambut ikal sebahu, dan kemeja santai Septian Dwi Cahyono, aktor pantomim sekaligus pelawak kondang tanah air mendatangi Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya.

Gaya kocak dan perawakannya yang layaknya patung pastinya mengingatkan para guru seni pada sosoknya yang kerap memakai make up wajah putih khas pemain pantomim.

Kehadirannya di Dindik Surabaya tak hanya menunjukkan kebolehannya dalam bermain pantomime.

Namun, ia juga berbagi tips pada para guru untuk bisa mengajarkan pantomim pada siswanya secara efektif.

Setidaknya 300 guru seni budaya jenjang SD dan SMP hadir untuk menyaksikan materi yang dibawakannya, Sabtu (30/9/2017).

“Hal yang paling penting mengenalkan pantomim ke anak, para guru harus mampu memahami dunia anak dengan imajinasinya,” tutur Septian di gedung aula Bung Tomo Kantor Dindik Surabaya.

Pria kelahiran 4 September 1968 ini mengungkapkan pantomim adalah penampilan yang berkaitan erat dengan imajinasi karena selalu menampilkan benda-benda yang imajiner.

Menurutnya, untuk dapat bermain pantomim secara baik guru juga harus mampu mendorong anak untuk percaya diri.

“Pantomim ini naluri manusia, kalau laper ya laper, kalau marah ya marah, jadi tidak ada batasan,’ ujar pria 49 tahun ini.

Surabaya sebagai tuan rumah Festifal Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN), membuatnya menekankan pada guru agar guru tidak hanya berpatokan pada pentunjuk teknis lomba.

Sebab, imajinasi anak akan menjadi ketrampilan yang bisa dikembangkan dengan baik.

“Biarkan anak secara alami berkembang sesuai dengan daya imajinatifnya, biarkan dia berekspresi. Pantomime ini juga seni,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Kesenian dan Olahraga Pendidikan Dindik Kota Surabaya, Damaris Padmiasih menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru seni budaya agar mampu membimbing para siswa untuk meningkatkan prestasinya.

“Pendidikan seni budaya di sekolah memiliki keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik,”ujarnya.

Untuk itu menurutnya pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi, berkreasi dan berapresiasi sangat penting.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved