Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini Untuk ABK, Minimalisir Korban Pelecehan Sexual
Ananditya menuturkan tidak hanya untuk anak-anak normal, pendidikan seks juga penting untuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus (ABK).
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidiya
SURYA.co.id | SURABAYA - Pendidikan seks menjadi hal penting bagi anak usia dini.
Menurut Ananditya sukma, dr. PPDS psikiatri Unair Dr Soetomo, pendidikan seks ini merupakan tahap awal mempersiapkan mereka menghadapi masa puber.
Ananditya menuturkan tidak hanya untuk anak-anak normal, pendidikan seks juga penting untuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus (ABK).
Perempuan berkerudung ini mengungkapkan anak berkebutuhan khusus atau ABK secara psikologi sama dengan anak normal lainnya.
Mereka juga mengalami fase pubertas. Bagi perempuan biasanya di usai 10 sampai 14 tahun. Sementara laki-laki di usia 12 sampai 16 tahun.
"Beberapa anak ABK kadang bisa lebih cepat masa pubernya, tapi tidak selalu, karena ini dipengaruhi banyak faktor. Misalnya faktor genetic orangtua, atau faktor makanan. Masa puber juga dipengaruhi jumlah lemak di tubuh anak. Semakin gemuk, biasanya dia akan semakin cepat fase pubernya. Kenapa anak ABK lebih cepat puber? kebanyakan begitu, karena mungkin banyak lemak dan mereka jarang bergerak," terangnya, Minggu (24/9/2017).
Di masa pubertas ini pada dasarnya setiap anak akan merasa bingung, karena perubahan bentuk tubuhnya.
"Anak normal saja bingung, yang biasanya dadanya rata terus timbul payudara, mengalami mimpi basah, dia akan bingung. Apalagi anak ABK, karena secara emosi dia lebih labil. Saat mengalami masa puber dia bisa semakin tambah labil. Kok ini keluar darah, tapi dia kan gak tahu maksudnya apa. Intinya harus diedukasi, tantangannya di sini," jelasnya.
Saat sampai di masa puber, anak ABK juga akan mengalami fase dorongan tertarik dengan lawan jenis. Karena secara hormonal dia sama seperti anak normal. Hal ini tentu menjadi perhatian penting orangtua.
Anak ABK bisa jadi korban pelecehan seksual karena dia tidak paham ketika ada dorongan terhadap lawan jenis, dia harus apa.
"Sebagian besar kasus di masyarakat kita, orangtua ABK tidak mengetahui bahwa anak mereka ternyata punya ketertarikan dengan lawan jenis. Jika orangtua tidak mempersiapkan sebelumnya (pendidikan seks sejak dini) ABK bisa jadi korban pelecehan sexual orang-orang yang tidak bertanggung jawab," jelasnya tegas.
Pendidikan seks sejak dini kepada ABK menurut Ananditya juga mencegah perubahan kondisi emosi yang semakin parah.
"Bisa jadi dia bukan korban pelecehan seksual, tapi kondisi emosinya akan semakin parah bahkan membuat ABK semakin susah diatur," tandasnya.
Pendidikan seks seperti apakah yang seharusnya disampaikan?
Ananditya menerangkan pendidikan seks untuk anak ABK memang bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-mandiri_20170822_193543.jpg)