Selasa, 21 April 2026

Press Release

Usai Bicara di Tiga Negara, Menteri PPPA Langsung ke Jember

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Dr Yohana Susana Yembise, mengaku sangat penasaran dan berkeinginan kuat datang ke Jember

Editor: Cak Sur
ist
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof Dr Yohana Susana Yambise, Dip, Apling, MA, bersama Bupati Jember dr Hj Faida, MMR dan deputi bidang koordinasi perlindungan perempuan dan anak, pada Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sujatmiko 

Perjalanan perjuangan perempuan masih sangat panjang. Hanya saja, dunia atau PBB telah menjadikan perempuan sebagai perhatian utama. “Tahun 2030 termasuk Indonesia diproyeksikan atau menjadi pilot project planet 50 : 50. Artinya benar – benar seimbang sejajar dengan kaum laki – laki,” ujar Yohana.

Indonesia jelas dipilih karena diakui sebagai negara the most majority muslim atau number one muslim country. Menariknya PBB melihat bahwa selama ini Indonesia sangat membanggakan karena juga dikenal  high tolerant (toleransi tinggi,red). Indonesia, sangat maju dan terbukti di masa pemerintahan saat ini Presiden RI Joko Widodo, menempatkan 9 menteri di kabinet kerjanya.   

“Indonesia dipilih untuk menjadi uji coba atau pilot project karena ada 130 juta jiwa penduduk perempuan di Indonesia. Perjuangan untuk itu menjadi sangat susah. Karena diakui atau tidak perempuan masih hidup dalam “man dominate society” terutama di jabatan strategis,” tegas Yohana lagi.

Di Jember Bupatinya seorang perempuan. Maka dia mengaku sangat ingin sekali bertemu dengan Bupati. Karena sangat jarang mendapati sosok kepala daerah di Indonesia yang perempuan. Di Indonesia bagian timur dari 86 total kepala daerah perempuan, baru ada 6 orang Bupati dan satu Walikota.

Diakui Yohana, bahwa struggle atau perjuangan mendobrak dinding yang menghambat  perempuan untuk menduduki jabatan strategis  masih sangat berat. Terutama di posisi legislatif ada regulasi yang mensyaratkan calon legislatif, harus  memenuhi quota 15 %  perempuan  masih belum maksimal.

Saking konsennya terhadap perempuan, setiap tahun digelar pertemuan rutin dia pimpin sendiri, karena dia berkeyakinan perempuan itu adalah  agen of change untuk melawan kekerasan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved