Minggu, 10 Mei 2026

Persona

Dokter Ursula Yudith SpTHT- KL, Peduli Disleksia setelah Anak Mengalaminya

Perempuan kelahiran 19 Oktober 1967 ini bertutur, dia dan tiga saudaranya bukan berasal dari keluarga dokter.

Tayang:
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
surya/sudharma adi
dr Ursula Yudith SpTHT-KL, Ketua Dyslexia Parenting Supporting Group (DPSG) Jatim 

Kecintaan pada keluarga mulai diuji ketika anak ketiganya, Nicholas Nugroho (10) menunjukkan gejala disleksia ketika masuk bangku SD.

Gejala itu muncul karena Nicholas kesulitan memahami ilmu membaca dan menulis. Ketika tahu anaknya mengalami disleksia, dia mencari info tentang sekolah khusus anak disleksia.

Dia akhirnya menemukan tempat itu di Bandung. Dia lalu memasukkan anaknya ke kelas disleksia atau flexy school.

“Anak saya belajar di sana selama 1,5 bulan. Saya juga belajar tentang disleksia dan bagaimana menangani anak disleksia lewat workshop selama seminggu,” terangnya.

Sejak itu, Ursula benar-benar peduli pada dunia disleksia. Selain berusaha sabar dalam mendidik anaknya yang disleksia.

Dia juga terjun dalam kegiatan sosial sejak dua tahun lalu, dengan bergabung dalam Dyslexia Parenting Supporting Groups (DPSG).

Merangkul orangtua yang punya anak disleksia, dia tetap intens memberi pencerahan tentang disleksia dan penanganannya.

“Semuanya sudah saya dapatkan. Saat ini, saya lebih fokus pada kegiatan sosial, seperti disleksia. Dengan terjun pada kegiatan sosial, masyarakat Jatim bisa memahami apa itu disleksia dan bagaimana gejalanya,” pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved