Jumat, 10 April 2026

Lapor Cak

Driver Taksi Online Keluhkan Kabar Tingginya Biaya Uji Kir

"Kami hanya wait and see sehingga banyak teman-teman yang belum uji kir. Ada yang pasrah ke koperasi mereka dan ada yang pengen urus sendiri."

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, pengemudi taksi berbasis online sedang menunggu penumpang 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ribuan Driver taksi online mengeluhkan tingginya biaya uji kir yang selama ini berkembang di komunitas mereka. Sekali uji untuk masa 6 bulan berbiaya rata-rata Rp 450.000.

Karena dinilai terlalu mahal, ribuan Driver taksi online baik Uber, Grab, maupun Go Car, banyak yang belum melakukan uji kir. Padahal sesuai amanah regulasi, mereka wajib uji kir.

"Kami hanya wait and see sehingga banyak teman-teman yang belum uji kir. Ada yang pasrah ke koperasi mereka dan ada yang pengen urus sendiri," kata David Walalangi, salah satu Driver taksi online, Senin (24/7/2017).

Karena uji kir ini sifatnya wajib, para Driver taksi online itu selalu was-was. Sebab saat ini masih kerap petugas gabungan menggelar razia penertiban taksi online.

Biasanya petugas ini menggelar razia taksi online di frontage A Yani Surabaya. "Bukan kami tidak taat dan patuh aturan," tambah David, salah satu koordinator Driver online.

Para Driver online di bawah paguyuban Usaha Giat Gapai Cita (UGGC) Surbaya ini menyayangkan sikap pemerintah yang terus merazia mereka. Apalagi hak dan kewajiban Driver online belum sepenuhnya dipenuhi.

Bagi mereka, melakukan uji kir dan penegakan aturan lain bergabung di koperasi adalah kewajiban. Namun hak para Driver yang menguntungkan Driver belum sepenuhnya dipenuhi.

Soal aturan tarif selama ini juga belum ditegakkan. Begitu juga hal-hal lain yang menguntungkan Driver juga belum sepenuhnya dijalankan.

Saat ini, para Driver juga belum sepenuhnya memenuhi kewajibannya mengurus uji kir. Hal ini karena masih simpang siurnya informasi urusan uji kir.

Bahkan belum ada arahan dari pihak mana pun untuk memfasilitasi para Driver Mendapat informasi akurat terkait uji kir. Yang paling membuat mereka bingung adalah besaran nilai uji kir yang relatif mahal.

Saat ini, para Driver online hampir semua sedang dan sudah tergabung dalam badan usaha atau koperasi. Ada beberapa yang masih individu. Mereka merasa terbantukan saat urus uji kir bisa pasrah ke koperasi ini.

David, Driver sekaligus pendiri UGGC berharap agar layanan uji kir bisa menjembatani kepentingan semua. Driver juga lebih nyaman setelah hak dan kewajiban mereka dipenuhi.

Saat ini, ada sekitar 5.000-an taksi online di Surabaya. Dari jumlah ini belum banyak yang melakukan uji kir. Dari UPT Uji Kir Surabaya di Wiyung, saat ini maaih sekitar 200-an yang baru uji kir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved