CCTV Tak Berfungsi Maksimal, Pelaku Pecah Kaca Mobdin Anggota DPRD Blitar Masih 'Gelap'
Polisi masih kesulitan mengungkap identitas pelaku pencurian uang Rp 400 juta dengan modus pecah kaca mobil yang korbannya adalah anggota DPRD Blitar
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | BLITAR – Jejak pelaku pencurian dengan modus pecah kaca terhadap mobil dinas milik anggota DPRD Kabupaten Blitar di Jl Masjid, Kota Blitar, masih gelap.
Kamera closed circuit television (CCTV) di lokasi yang diharapkan bisa menjadi petunjuk awal untuk mengungkap aksi pelaku tidak berfungsi maksimal.
Informasi yang dihimpun di lapangan, Kamis (20/7/2017), menyebutkan ada beberapa kamera CCTV yang terpasang di sekitar tempat kejadian perkara. Termasuk di rumah makan padang Sari Bundo yang menjadi tempat makan siang korban. Ada dua kamera CCTV yang terpasang di teras rumah makan padang itu.
Sebenarnya, posisi dua kamera CCTV di rumah makan itu menyorot ke arah jalan atau tepat ke arah tempat mobil korban parkir di seberang rumah makan. Tapi sayang rekaman kamera CCTV di rumah makan itu tidak bisa diputar ulang. Kamera CCTV itu tidak dilengkapi hardisk sebagai penyimpanan dokumen.
“Polisi sudah datang memeriksa CCTV di rumah makan. Tapi rekamannya tidak bisa diputar ulang karena tidak ada hardisknya. Kemarin, polisi sampai memanggil tukang yang masang CCTV,” kata Dwi Retno, pemilik rumah makan padang Sari Bundo.
Baca: Wow, Mobil Pelat Merah Korban Pencurian Modus Pecah Kaca di Blitar, Ternyata Milik Anggota Dewan
Dikatakannya, meski dapat diputar ulang, rekaman CCTV terhadap mobil korban juga tidak maksimal.
Sebab, posisi parkir mobil korban kalau dilihat dari rekaman CCTV tertutup plakat tulisan nama rumah makan padang Sari Bundo. Mobil korban parkiri di timur jalan atau di seberang rumah makan. Sedangkan kaca mobil yang dipecah sisi kanan.
“Orang masuk di sela-sela mobil dan pagar Alun-alun sudah tidak terlihat dari sini,” ujarnya.
Ketika peristiwa pencurian terjadi, kata Retno, juru parkir di kawasan itu memang tidak ada di lokasi. Jukir tersebut sedang pulang ke rumah untuk makan siang.
Selain di rumah makan padang sebenarnya juga ada beberapa CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.
Seperti kamera CCTV di Masjid Agung. Lokasi Masjid Agung di sebelah utara rumah makan padang hanya berjarak sekitar 30 meter. Tapi kamera CCTV di Masjid Agung saat ini dalam kondisi rusak.
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan polisi sedang mempelajari rekaman CCTV yang ada di lokasi. Rekaman kamera CCTV itu bisa menjadi petunjuk awal untuk mengungkap aksi pelaku. Polisi sudah memeriksa beberapa kamera CCTV di lokasi, termasuk di rumah makan padang. Tetapi rekaman kamera CCTV di rumah makan padang tidak bisa diputar ulang.
“Kami masih mempelajari rekaman kamera CCTV lain yang ada di lokasi,” kata Heri.
Kamera CCTV lain yang dimaksud yang berada di simpang Jl Semeru dan di Jalan Merdeka. Kedua CCTV itu berada di kawasan Alun-alun Kota Blitar. Kamera CCTV di Jl Merdeka bisa merekam pengendara yang hendak belok ke Jl Masjid. Sedangkan kamera CCTV di simpang Jl Semeru bisa merekam arah pelaku kabur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rekaman-cctv-pecah-kaca-mobil-anggota-dprd-blitar_20170720_184904.jpg)