Travel
VIDEO - Gunung Merapi yang Tetap Legendaris Meski Kehilangan Puncak Garuda
Tinggi Merapi ‘cuma’ 2913 mdpl, tapi pesonanya bikin kalangan pendaki dari dalam dan luar negeri tertantang untuk menggagahinya.
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | BOYOLALI – Langit biru dan gugusan awan bercampur debu-debu cadas membuncah di Puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah, awal Juli 2017.
Aroma material vulkanik dari kawah gunung, sesekali semerbak menusuk indera penciuman.
Puncak Garuda di Gunung Merapi yang legendaris itu sudah tak terlihat lagi.
Puncak Garuda hilang akibat erupsi dahsyat pada 2010 silam.
Disebut Garuda karena puncak itu menyerupai paruh Burung Garuda, lambang Negara Indonesia.
Merapi memang tidak setinggi Semeru di Jawa Timur, Rinjani di NTB, atau Kerinci di Sumatera, namun gunung yang identik dengan mendiang Mbah Marijan ini tetap menjadi yang legendaris.
Tinggi Merapi ‘cuma’ 2913 mdpl, tapi pesonanya bikin kalangan pendaki dari dalam dan luar negeri tertantang untuk menggagahinya.
“Setelah dari Merapi, saya mau ke Wonosobo,” kata Sedrick, pendaki asal Perancis, saat ditemui Harian Surya di Basecamp Pos 1, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (4/7/2017).
Pria ceking-tinggi berambut pirang ini mengaku datang dari Perancis ke Indonesia dengan cara jalan kaki selama lima tahun.
Selanjutnya, setelah puas menjelajahi Indonesia, ia akan melanjutkan perjalanan ke Australia.
“Sebelum ke Australia, saya mampir ke Bali dulu,” kata Sedrick.
Bukan bermaksud meremehkan, predikat Gunung Merapi yang ‘tidak terlalu tinggi’ bisa didaki dengan sekali jalan dalam sehari.
Artinya, berangkat dari titik awal pendakian di Selo pada dini hari dan kembali lagi pada malam hari, langsung menuju puncak dan turun kembali tanpa camp.
“Tadi saya berangkat Subuh, setelah ini langsung turun, tanpa camp. Gaya pendakian ini biasa kami sebut ‘tik-tok’, saya sering melakukannya di Merapi,” kata pendaki asal Bantul, saat tiba di Puncak Gunung Merapi, sekitar pukul 09.30 WIB.
SURYA.co.id melakukan pendakian via Selo, Boyolali. Pendakian berhenti di Basecamp Pos 2 untuk mendirikan tenda, masak, makan, dan istirahat sebelum keesokan harinya menghadapi summit attack.