Jumat, 15 Mei 2026

Travel

Menengok Warisan Kerajaan Majapahit di Candi Surowono Kediri

Candi Surowono dibuat di masa kerajaan Majapahit pada tahun 1400 Masehi sampai saat ini masih berdiri kokoh.

Tayang:
surya/mohammad romadoni
Candi Surowono di Dusun Surowono, Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Bangunan candi Surowono terlihat mungil saat dilihat dari pinggir jalan.

Namun saat didekati cagar budaya itu memiliki ukuran yang cukup besar.

Bangunan dengan pondasi batu bata merah itu memiliki luas 7,8 x 7,8 meter dan mempunyai tinggi 4,72 meter.

Baca: Kampoeng Anggrek Kediri, Nikmati Pesona Bunga Eksotis Sekaligus Memborongnya dengan Harga Grosir

Candi Surowono berada di Dusun Surowono, Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.

Sekitar lima kilometer dari Kampung Inggris Tulungrejo Pare arah ke timur.

Candi Surowono di Dusun Surowono, Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.
Candi Surowono di Dusun Surowono, Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. (surya/mohammad romadoni)

Selain menjadi tempat wisata edukasi candi Surowono ternyata juga sering kali dipakai sebagai tempat ritual.

Tak kurang dari 4000 orang, mulai dari pengunjung umum dan pelajar berkunjung ke tempat ini.

Candi Surowono dibuat di masa kerajaan Majapahit pada tahun 1400 Masehi sampai saat ini masih berdiri kokoh.

Baca: VIDEO: Bergoyang Erotis di Depan Anak-anak, Penyanyi ini Dikritik Malah Sesumbar Begini

Bangunan itu dibangun sebagai pendharmaan Bhre Wengker yang meninggal 1388 M.

Usianya sudah sekitar 617 tahun. Hingga sekarang ini bangunan berbentuk bujur sangkar itu masih terjaga kelestariannya.

Hampir 20 tahun candi Surowono terakhir dipugar. Tepatnya pada tahun 1997 silam, dalam pengawasanan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

"Sampai saat ini belum ada pemugaran lagi," ujar penjaga candi Surowono, Zainal Abidin.

Candi Surowono di Dusun Surowono, Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.
Candi Surowono di Dusun Surowono, Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. (surya/mohammad romadoni)

Dikatakannya, pada bulan Agustus hingga September akan banyak turis yang berkunjung ke tempat itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved