Citizen Reporter Ramadan

Ngabuburit Rasa Cerdas Cermat

ayah atau ibu dengan satu anak itu menjadi tim kompak dalam lomba cerdas cermat Islami .. salah satu cara cerdas mengisi Ramadan ...

Editor: Tri Hatma Ningsih
dini rosita sari/citizen reporter
Usai lomba cerdas cermat Islami Ramadan 

Reportase Dini Rosita Sari
Ibu rumah tangga/pendiri lembaga kursus Bahasa Inggris The Kiddies Nunukan/pegiat literasi

SINAR terik matahari tidak menyurutkan antusiasme belasan peserta Lomba Cerdas Cermat Islami, Sabtu (10/6/2017) sore di Markas Komando Pengamanan Perbatasan  (Mako Pamtas) Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan.

Lomba yang digagas komunitas parenting The Smart Mums ini diikuti oleh tim-tim yang beranggotakan ibu atauayah dan seorang anak.

“Seperti komitmen awal ketika komunitas ini terbentuk, kami ingin memfasilitasi orangtua yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama sang buah hati,” ungkap bendahara komunitas The Smart Mums, Meliana Mahmud.

Sebelumnya, komunitas ini memang sering mengadakan kegiatan yang melibatkan peran aktif orangtua dan anak, seperti lomba tujuh belas agustus dan family gathering.

Senada, Zunarni, yang kala itu bertugas sebagai pembawa acara mengungkapkan kegembiraanya dapat memandu acara yang pertama kali digelar di Nunukan tersebut. “Kegiatan semacam ini juga sangat efektif dalam meminimalisir pengaruh negatif lingkungan dan teknologi terhadap anak,” imbuhnya.

Turut hadir memeriahkan, Harman, Camat Nunukan, yang kala itu hadir bersama dengan seorang putranya. Harman menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan positif di bulan Ramadan itu, serta mengucapkan rasa terima kasih kepada pengurus komunitas yang telah menunjukkan kepekaan terhadap isu dan permasalahan sosial di daerah yang dia pimpin.

“Semoga dengan bermunculannya komunitas dan organisasi masyarakat semacam ini mampu mengimbangi hal-hal negatif yang ada di sekitar anak-anak kita,” ujarnya.

Lomba cerdas cermat itu berlangsung dalam tiga babak. Pada babak pertama, peserta menjawab 14 soal pilihan ganda secara tertulis. Kemudian diambil enam peserta dengan nilai terbaik untuk masuk ke babak semifinal, dimana peserta harus menjawab sepuluh pertanyaan dengan jawaban singkat dalam kurun waktu enam menit.

Selanjutnya dipilih tiga finalis yang bertanding dalam babak akhir dalam bentuk cerdas cermat. Peserta menjawab pertanyaan yang dibacakan dengan cara berebut.

Acara sore hari itu berlangsung seru. Orangtua dan anak menunjukkan kerja sama yang luar biasa dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh panitia. Bahkan juga nampak terjadi perselisihan antara ibu dan anak dalam menentukan jawaban yang benar, sehingga membuat suasana lomba semakin meriah.

“Lombanya seru, tapi aku tidak bisa, yang menjawab ibuku semua,” aku Raniah, peserta lomba. Gadis kelas 2 SD itu nampak hadir di acara ditemani ayah, ibu dan adiknya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved