Senin, 18 Mei 2026

Laporan Khusus

Awas, Warung Makan Langka Saat Lebaran di Kota Batu

Berencana liburan ke Kota Batu? Sebaiknya urusan makan selama berwisata juga mulai dipersiapkan sebelum berangkat. Ini alasannya...

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Suasana alun-alun Kota Wisata Batu ketika malam hari. bukan hanya saat liburan, di hari-hari biasa juga tempat ini selalu dipadati banyak pengunjung. 

Laporan Reporter Surya, M Taufik & Aflahul Abidin

SURYA.co.id | BATU – Libur Lebaran 2017 tinggal sebentar lagi. Jika anda memiliki rencana berlibur ke Kota Batu, sebaiknya untuk urusan makan selama berwisata juga mulai dipersiapkan sebelum berangkat.

Berdasarkan pengalaman libur Lebaran 2015, banyak wisatawan di Kota Wisata Batu yang kesulitan mencari makanan dan minuman. Ini lantaran banyak PKL dan warung yang tutup karena libur Lebaran.

Persediaan makanan dan minuman di warung dan PKL yang ada, habis terbeli oleh wisatawan. Bahkan, banyak wisatawan di Kota Batu terpaksa harus pergi ke Kota Malang atau ke wilayah Pujon, Kabupaten Malang untuk sekadar mencari makanan dan minuman.

Melihat fenomena itu, Dinas Pariwisata Pemkot Batu pada Lebaran 2016 sempat mengimbau wisatawan untuk membawa perbekalan makan dan minum sendiri. Pasalnya, seringkali wisatawan kesulitan untuk mendapatkan makanan dan minuman saat berlibur di berbagai obyek wisata yang ada di Kota Batu.

Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan domestik yang berkunjung ke Kota Wisata Batu terus membeludak. Di sisi lain, banyak PKL dan warung makanan di Kota Batu yang memilih libur saat lebaran.

Seperti kebanyakan masyarakat, momen lebaran selalu dimanfaatkan untuk libur. Tak terkecuali sejumlah pedagang makanan di kawasan wisata Kota Batu, yang juga memilih libur untuk berlebaran atau mudik ke kampung halaman.

Pengelola Depot Sonde Ikan Bakar, misalnya. Sejak jauh hari, mereka sudah merencanakan libur saat lebaran nanti. Depot yang berada di Rest Area Karangploso, Malang ini bakal tutup mulai H-2 lebaran hingga H+4 nanti.

Menurut Habibah, pemilik Depot Sonde Ikan Bakar, pihaknya menutup tempat usahanya karena ingin memberi kesempatan karyawaannya untuk menikmati libur lebaran.“Kalau buka, ini pegawainya kasihan,” kata pebisnis yang masih berstatus mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Malang itu saat ditemui Surya pekan lalu.

Gadis 20 tahun ini menceritakan, pegawai di depotnya berasal dari Malang selatan. Sedangkan dirinya sendiri juga harus mudik ke kampung halaman di Sidoarjo. “Tapi ini juga masih rundingan sama manajerku untuk memastikan berapa hari liburnya,” tambahnya.

Rest area tempat depot ini beroperasi memang berada di kawasan Kabupaten Malang. Namun, fasilitas umum tersebut berada di jalur utama menuju Kota Batu. Jarak lokasi itu menuju Kota Batu hanya sekitar 10 menit menggunakan roda empat dalam kondisi lancar.

Dengan begitu, rest area ini lebih banyak dimanfaatkan para wisatawan yang singgah sebelum sampai Kota Batu, yang dulu dikenal dengan sebutan Kota Apel.

“Tahun kemarin malah kami libur sampai dua pekan. Tapi waktu itu depot kami lokasinya di Pujasera Karangploso, tak jauh dari rest area,” imbuh perempuan berjilbab tersebut.

Pengalaman tak jauh beda juga dilakukan beberapa pengelola tempat makan lainnya. Pulang kampung menjadi alasan utama mereka menutup usahanya selama libur Lebaran. Jika tempat mudik jauh, waktu libur biasanya juga akan lebih lama.

Janc, sebuah warung yang menjual makanan di Rest Area Karangploso juga akan tutup selama sepekan setelah hari H Lebaran. “Mudiknya agak lama, ke Ngantang dan ke Semarang,” ujar Zelda (20), putri pemilik warung tersebut.

Warga yang saban hari tinggal di daerah Karangploso ini­­ menjelaskan, sebagian banyak penjual di rest area itu buka pada H+2 Lebaran. Sebab, hari itu diprediksi sebagai awal ramai-ramainya wisatawan luar kota menuju Kota Batu.

“Kebanyakan yang begitu, yang rumahnya dekat,” ungkapnya.

Zelda membuka warung itu mulai pukul 09.00 WIB sampai 01.00 WIB. Tak ada perbedaan signifikan ketika buka setelah libur panjang Lebaran. Bagi Habibah dan Zelda, silaturahmi pada musim Lebaran adalah hal sakral yang tidak boleh dilewatkan.

Beberapa warung dan tempat makan di kawasan Kota Batu juga mengaku bakal libur ketika lebaran nanti. Kendati demikian, waktu libur para pengelola tempat makan itu tidak sama. Ada yang memutuskan sampai beberapa hari, ada juga yang merasa cukup libur satu hari saja, yakni saat hari H Idul Fitri.

Di sisi lain, ketika libur lebaran tiba, Kota Batu selalu menjadi jujukan wisatawan dari berbagai daerah. Bukan hanya Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa Timur, namun kota wisata ini juga dijubeli wisatawan dari seluruh wilayah di Indonesia serta mancanegara.

Menyikapi kondisi ini, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Titik S Riyanto mengatakan, pihaknya masih sulit untuk koordinasi mengenai hal ini. Alasannya, jumlah restoran di Batu yang terdaftar dalam anggota PHRI sangat minim.

Bahkan, sebagaian besar restoran ternama tidak masuk dalam daftar anggota PHRI. “Kecuali ada regulasi dari Pemkot, untuk restoran dengan tempat duduk sekian, masuk PHRI. Itu akan banyak sekali,” ujarnya.

PHRI, menurutnya, sudah menyarankan agar pemerintah mengatur regulasi tersebut. “Sudah disampaikan kepada kepala dinas pariwisata sebelumnya. Sekarang belum terlaksana, sudah diganti,” lanjutnya.(fla/ufi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved