Kamis, 16 April 2026

Berita Surabaya

E-Sorogan, Penerapan Tradisi Pesantren Secara Elektronik di Kampus Unusa

Electronic Sorogan, sebuah sistem pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat elektronik yang terintegrasi antara dosen dan mahasiswa.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata

SURYA.co.id | SURABAYA - Budaya online dan elektrik untuk menghemat penggunaan kertas dan efisiensi waktu saat ini sedang marak dilakukan.

Hal serupa juga dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang menerapkan budaya pesantren dalam dunia akademik kampusnya.

Yaitu penerapan Electronic Sorogan, sebuah sistem pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat elektronik yang terintegrasi antara dosen dan mahasiswa.

Sorogan sendiri dikenal di kalangan pondok pesantren merupakan tradisi para santri dalam menyerahkan hasil pembelajarannya kepada sang kiai untuk dikoreksi.

Unusa sebagai kampus NU mencoba untuk melestarikan tradisi itu dengan cara elektronik.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Mohammad Nuh mengatakan latar belakang penerapan e-Sorogan ini karena dunia pendidikan tidak bisa lagi dilepaskan dari kemajuan teknologi.
Apalagi saat ini sudah mulai memasuki revolusi industri keempat di mana sudah masuk era internet of things.

"Sebenarnya kita sudah terlambat. Harusnya 2014 lalu. Tapi karena kami masih baru lahir ya tidak ada salahnya diterapkan sekarang," ungkap Mohammad Nuh di sela Jalan Santai Dies Natalis ke-4 Unusa, di kampus B Jemursari, Minggu (14/5/2017).

Dalam menerapkan e-Sorogan ini, Unusa akan bekerjasama dengan salah satu produsen gadget.

Kerjasama ini untuk empat hal yakni pengadaan, penyiapan sistem, pelatihan-pelatihan serta pemanfaatan jaringan terutama di perguruan tinggi lainnya.

"Dengan menggandeng produsen gadget, maka akan melatih dan meng-up grade pengetahuan-pengetahuan teknologi terbarunya buat dosen dan karyawan," ungkapnya.

Untuk menyukseskan e-Sorogan ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) akan menjadi pilot project.

Mulai tahun kuliah 2017 ini seluruh mahasiswa FK akan mendapatkan gadget jenis tablet secara gratis.

"Dipilihnya FK karena jumlah mahasiswanya relatif stabil,” tambahnya.

Rektor Unusa, Achmad Jazidie mengaku dengan cara ini nantinya mahasiswa tidak perlu lagi membawa buku yang tebal. Karena semua mata kuliah sudah terangkum menjadi satu di tab tersebut.

Bahkan menulis dan berbicara sudah secara otomatis terekam dan tersimpan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved