Sambang Kampung
Paguyuban Reog Eksis di Kampung Kertajaya, Ajak Anak Lestarikan Reog
Reog bukan asli Surabaya. Tetapi di Surabaya, ada sebuah kampung yang layak dijuluki Kampung Reog.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
Setiap tampil, mereka diberi pakaian barongan dan memakai topeng. Selain itu, para generasi muda ditempatkan di depan untuk melecutkan cambuk dari selembar selendang. Hal itu digunakan untuk penghayatan sejarah reog.
“Biasanya yang ikut tampil 15 orang. Ada anak-anak sampai remaja,” imbuh Reza.
Menurutnya, belajar kesenian reog sangat unik dan menyenangkan. Mereka bisa ikut melestarikan kesenian, di tengah arus globalisasi.
Saat banyak anak sibuk dengan gadget, di kampung ini sering ada latihan reog bersama anggota paguyuban. “Reog itu menyenangkan. Karena banyak teman ikut, jadi ramai bareng teman satu kampung,” komentar Reza.
