Rabu, 10 Juni 2026

Sambang Kampung

Paguyuban Reog Eksis di Kampung Kertajaya, Ajak Anak Lestarikan Reog

Reog bukan asli Surabaya. Tetapi di Surabaya, ada sebuah kampung yang layak dijuluki Kampung Reog.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Salah satu sudut di kawasan Jalan Raya Kertajaya V Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, yang dikenal sebagai kampung Reog. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Reog memang bukan kesenian asli Surabaya. Namun di kota ini, ada sebuah kampung yang berjuluk 'Kampung Reog'. Pasalnya, kampung ini dihuni sekitar 150 orang yang berprofesi sebagai seniman Reog. 

Kampung ini berada di Jalan Raya Kertajaya V Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng. Di sini, ada dua paguyuban reog yang masih eksis. Salah satunya, Paguyuban Reog Singo Mangku Joyo, yang berdiri sejak 1951.

Saat ini yang menjalankan paguyuban reog adalah keluarga generasi ke tiga. Mereka masih eksis menampilkan pementasan reog demi melestarikan budaya Indonesia.

“Dulu, banyak warga Ponorogo yang tinggal di sini, namun sekarang hanya tinggal 150-an saja karena transimigrasi. Nah yang tersisa ini yang aktif menampilkan reog,” ucap Ketua Paguyuban Reog Singo Mangku Joyo, Sugiyanto.

Pria berusia 53 tahun ini menyebutkan, memang tidak mudah melestarikan budaya reog di kota ini.

Namun, menurutnya, saat ini cukup banyak generasi muda yang mau belajar reog. Mulai anak-anak hingga kalangan muda.

Namun, yang bawa peralatan pementasan reog tentu orang dewasa dan yang sudah terlatih.

Sugiyanto menyebutkan, berada di Surabaya tenyata membawa berkah tersendiri bagi pegiat kesenian ini. Sebab setiap minggu masih diberi kesempatan tampil di Balai Pemuda. Kadang satu bulan sekali.

“Kadang kami tampil di acara-acara penyembutan tamu dari daerah lain atau luar negeri,” katanya.

Termasuk saat penyambutan tamu delegasi dari Prepcom III UN Habitat tahun lalu. Paguyuban reog ini salah satu yang ikut berpartisipasi menyambut tamu luar negeri.

Terjauh, Sugiyono cs berkesempatan untuk menampilkan kesenian reog di Eropa. Tepatnya di negara Spanyol. Di sana, ada 15 anggota paguyuban ikut dan tampil di KBRI.

Belajar Sejak SD

Generasi muda yang kerap ikut dalam penampilan reog Payuguban Reog Singo Mangku Joyo adalah Reza Dewanto, yang diposisikan sebagai penari barong.

Ia mengaku, belajar reog sejak masih di bangku SD, dengan sering melihat ayahnya berlatih kesenian reog.

“Sering ikut, biasanya untuk tampil di Balai Pemuda, saya bagian yang nari barong,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved