Berita Gresik
Hanim Muzayanah, Sosok Istri di Belakang Andri Tukang Pijat Tuna Netra di Gresik
Di balik pria yang tegar, ada perempuan yang tegar pula. Ini pula yang dilihat dari Hanim, sosok istri di belakang Andri tukang pijat tuna netra.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | GRESIK - Hanim Muzayanah (27) istri Andri Bagus Sugiarto (25), tukang pijat Tuna Netra asal Gresik, sering dikira bukan tuna netra. Padahal, sama seperti suaminya, dia pun tak bisa melihat.
Masih sama seperti sang suami, pengalaman kurang menyenangkan dari beberapa orang juga beberapa kali dia alami. Walau demikian, Hanim tak mau ambil peduli.
“Kalau saya sedang mengantar anak saya mengaji ke masjid dekat rumah, sering merasa ada orang yang berbisik-bisik. Tetapi saya tidak bisa melihat meski dua mata saya terbuka," kata Hanim saat dikunjungi Surya di kediamannya, Perumahan Giri Blok F nomor VII, Gresik, Rabu (22/3/2017)
Hanim mengaku sudah tak pernah mempermasalahkan sikap orang-orang yang menganggap remeh dirinya. Meskipun harus menjalani hidup tanpa bisa melihat, ia senang karena telah mendapat buah hati yang sehat seperti orang-orang pada umumnya.
“Meski saya ditakdirkan di dunia ini menjalani kehidupan tanpa penglihatan, tak pernah ada rasa menyesal ataupun putus asa. Setiap hari saya selalu semangat menjalani kehidupan bersama keluarga kecil saya,” ungkapnya.
Saat dipertemukan dengan sang suami pada 2013, kehidupan warga asli Gresik ini telah berubah total. Ia merasa sangat senang meskipun mempunyai keterbatasan masih diberikan kenikmatan Yang Maha Kuasa untuk hidup membina rumah tangga.
“Sekarang sudah bisa hidup mandiri. Namun tetap membutuhkan bantuan orang lain,” imbuhnya.
Perempuan berhijab ini selalu memberikan dukungan penuh terhadap suaminya yang bekerja sebagai pijat panggilan tersebut.
Walaupun pendapatan dari tukang pijat keliling tidak seperapa, dia merasa cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya selama sebulan.
“Yang penting bisa buat bayar listrik, air dan beli susu anak. Kalau makan yang ala kadarnya, ada nasi dan sayur menurut saya sudah sangat mewah,” tuturnya.
Di sisi lain, dia juga selalu memberikan pengertian ke sang suami jika ada orang yang berbuat tidak menyenangkan. Seperti komentar di postingan Facebook milik suaminya yang memasarkan jasa pijat panggilan. Sebagian orang yang berkomentar miring seakan tak dihiraukannya dan menyakinkan sang suami agar selalu bersabar.
“Anggap saja orang itu tidak mengerti. Tidak perlu marah ataupun menyalahkan orang lain. Kalau Saya berada di posisi mereka juga akan bertanya-tanya dan bersikap seperti itu,” tukasnya.
Menurutnya, meski tidak bisa melihat, dia bisa melakukan pekerjaan rumah tangga seperti orang normal. Dia tetap bisa memasak, menyetrika pakaian, serta mencuci. Hal itu dilakukannnya sebagai bentuk bakti pada sang suami dan untuk membesarkan anaknya.
“Jangan sampai putus asa biarpun mempunyai keterbatasan. Tetap jalani hidup sebagaimana mestinya dan tetap selalu bersyukur,” tandasnya.
Baca: VIDEO - Andri, Tukang Pijat Tuna Netra di Gresik Sudah Kebal Dibully
Baca: VIDEO - Beginilah Kehidupan Pasutri Tuna Netra di Gresik yang Sempat Dibully di Medsos
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/andri-tukang-pijat-tuna-netra-dari-gresik_20170322_204117.jpg)