Berita Banyuwangi
Desa Ketapang Banyuwangi Menjadi Pilot Project Desa Literasi
Pemberdayaan harus dimulai dari yang paling mendasar yaitu dengan membangun sumber daya manusia pada terutama anak-anak dalam keluarga.
Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
“Kedepan konsep literasik harus dibuat benar benar asik, tidak hanya gelar lapak. Nantinya kami buat seperti tongkrongan, ada musik, ada penampilan, ada juga gelar lapak baca. Akan kami gelar setiap Minggu," kata Slamet.
Selama ini, Desa Ketapang, salah satu desa yang inovatif di Banyuwangi. Desa Ketapang memiliki server mandiri dan aplikasi data kependudukan yang diberi nama Sistem Manajemen Desa (SIMADE).
Dengan aplikasi ini semua data warga tersedia, terkategorisasi dengan rapi, yang kemudian membuat proses pelayanan dokumen warga juga berjalan dengan cepat.
SIMADe juga terintegrasi dengan sistem layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, surat ijin menikah, keterangan domisili, surat keterangan pindah, SKCK dan masih banyak lainnya.
Warga yang akan mengurus, cukup menyerahkan nama dan nomor induk kependudukan (NIK) maka akan segera tercetak.
Selain memiliki sistem administrasi kependudukan, Desa Ketapang ini juga memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang mengelola 9 jenis usaha yang mampu menghasilkan pendapatan bagi desa Rp 14 juta per bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-desa-ketapang_20170224_155904.jpg)