Senin, 27 April 2026

Berita Olahraga

Yacob Rusdianto, Sosok di Balik Sukses PB Suryanaga yang tak Boleh Dilupakan

PB Suryanaga, adalah salah satu klub bulutangkis legendaris di Indonesia. Di balik sukses itu, ada sosok Yacob Rusdianto. Ini kisah pria 61 tahun itu.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eben Haezer Panca
dok.pribadi
Yacob Rusdianto (kanan) saat bersama Gita Wirjawan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dibalik kesuksesan PB Suryanaga pada masanya, nama Yacob Rusdianto tidak dapat ditinggalkan.

Dialah orang yang dinilai paling berkontribusi membesarkan nama Suryanaga, khususnya di cabang olahraga Bulutangkis.

Pria kelahiran Jember 1 Juli 1955 ini nampaknya tak main-main untuk mengabdikan dirinya di olahraga bulutangkis, sebab sejak menjadi ketua umum PB Suryanaga tahun 1978, prestasi dan raihan PB Suryanaga melesat pesat.

Hal ini memang merupakan tujuan dirinya berkecimpung didalam olahraga ini, sebab menurutnya untuk membangun suatu organisasi atau persatuan olahraga harus panggilan dari hati.

"Kalau saya aslinya memang tergila-gila dengan bulutangkis, makanya semua yang saya lakukan dan saya jalani terkait dengan bulutangkis semua merupakan panggilan dari hati, dengan begitu semua mengalir dan tanpa beban," kata Yacob Rusdianto pada Surya, Sabtu (28/1/2017).

Dengan ketekunannya membina dan merintis PB Suryanaga, akhirnya PB ini menjadi PB terbesar di Jawa Timur.

Dimasa kepemimpin Yacob, PB yang bermarkas di Dharmahusada Surabaya ini pernah memiliki total 300 atlet, meski saat ini hanya tinggal 75-an atlet.

Nama-nama atlet yang berhasil berjaya di ajang nasional dan internasional seperti Nyo Kiem Bie (Koesbianto), Utami Dewi, Theodora Wijaya, Sriwiyanti, Alan Budikusuma, Trikus Harijanto, Lilik Sudarwati, Ronny Agustinus, Alvent Dwi Yulianto dan Sonny Dwi Kuncoro merupakan atlet-atlet jebolan Suryanaga zaman kepemimpinan Yacob.

Yacob menjelaskan, keberhasilannya menjadikan Suryanaga sebagai PB terbesar di Jawa Timur adalah karena dia selalu memberi pelatihan-pelatihan yang paling up to date dibanding PB lainnya. Hal itu sedikit lebih mudah karena di masa itu belum banyak klub bulutangkis.

"Dulu kalau yang namanya sudah seneng mau bagaimanapun juga ya diusahakan. Pengurus dulu berusaha berinovasi terkait pelatihan, jadi kami salah satu klub yang memang update sehingga para atlet memang tertarik masuk di klub kami. Namun sekarang saya akui banyak klub-klub yang membuat persaingan semakin ketat," ujarnya.

Yacob menyebut, saat memutuskan berkecimpung di dunia bulutangkis Suryanaga, dirinya telah bertekad untuk membawa klub ini berjaya dan mampu melahirkan atlet berkualitas.

Tekad itu ia utarakan melalui kalimat : 'Saya hidup dalam keluarga yang cinta olahraga dan Suryanaga adalah keluarga kedua saya'.

"Kami dulu memiliki konsep dan niat kuat, saat itu sebelumnya kami hanya berlatih di lapangan dekat pasar besar dan akhirnya pindah di Dharmahusada agar lapangannya lebih luas. Itu semua salah satu perwujudan dari tekad tersebut," terangnya.

Kesuksesan PB Suryanaga membuatnya memutuskan untuk membuka cabang PB Suryanaga di beberapa kota. Di antaranya di Sidoarjo, Pasuruan, Lumajang dan Jember.

Pembukaan cabang di beberapa kota, membuat nama Suryanaga semakin gemerlap. Banyak atlet-atlet yang berduyun-duyun bergabung dengan PB yang awalnya merupakan kumpulan warga Tiong Hoa penggemar olahraga ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved