Rabu, 22 April 2026

Berita Sidoarjo

Genjot Pembangunan Frontage Road, Pemkab Sidoarjo Dapat Hibah Tanah Dari Perusahaan-Perusahaan

Pemkab Sidoarjo mendapat hibah tanah dari perusahaan-perusahaan swasta untuk pembangunan Frontage Road. Lalu, inilah yang diberikan Pemkab ke mereka.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Eben Haezer Panca
Surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah (kiri) sedang memakaikan jaket M-bonk Award kepada bos Maspion, Alim Markus, Selasa (24/1/2017). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo terus menggeber pembangunan Frontage Road (FR).

Satu caranya adalah mempercepat MoU dengan perusahaan-perusahaan yang terdapat pada lintasan sisi timur jalan utama Sidoarjo-Surabaya.

Kepala Dinas PUPR, Sigit Setyawan, mengatakan pihaknya tengah mendekati 31 perusahaan agar bersedia menghibahkan sebagian lahannya.

"Dari 31 perusahaan, sudah 11 yang bersedia menyerahkan lahannya. Tinggal diresmikan MoU-nya," kata Sigit di sela-sela pemberian M-Bonk Award di Maspion II, Selasa (24/1/2017).

Sigit menuturkan, lahan perusahaan pada proyek FR ini mencapai 70 persen dari 9,2 km jalan yang direncanakan.

Saat ini, pihaknya telah menyelesaikan 2 km yang melintasi perusahaan Maspion II dan II, Jaya Land, dan Comfeed.

Sigit mengakui anggaran PUPR tak mencukupi jika harus membeli lahan perusahaan tersebut.

"Langkah MoU dengan perusahaan ini cara yang tepat untuk mengebut pekerjaan FR. Kami mengapresiasi pihak perusahaan yang menghibahkan lahannya dengan cara menyematkan M-Bonk Award kepada mereka," sambungnya.

Sigit menerangkan kendala utama justru ada pada pembebasan lahan milik warga. Selain jumlahnya banyak, yakni 149 bidang lahan, terdapat ketidakcocokan data antara sertifikat warga dengan bidang aslinya ketika diukur.

Kendati demikian, Sigit menyatakan terus mengerjakan FR ini sekaligus menyelesaikan pembebasan lahan yang belum beres.

"Kami juga terus melakukan pendekatan terhadap perusahaan lain untuk bisa menghibahkan lahannya," ujarnya.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menambahkan jika selesai dibangun, FR bisa mengurai kemacetan hingga 25 persen. Sebagai salah satu kota industri di Jatim, mobilitas sangat signifikan agar arus barang lancar dan tepat waktu.

"Karenanya, ketika ada perusahaan atau siapapun yang membantu pembangunan FR ini akan sangat berarti. PT Maspion Group memberikan itu, dan kami sangat apresiasi," imbuh Saiful.

Menurut Bupati dua periode ini, ke depan, mungkin bukan hanya FR yang diperlukan, tetapi juga flyover sepanjang Sidoarjo-Waru untuk kemudahan akses.

"Grand design jalan di Sidoarjo itu meliputi Jalan Lingkar Timur (JLT), Jalan Lingkar Barat (JLB), Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), dan FR, agar Sidoarjo semakin mudah dijangkau," paparnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved