Citizen Reporter

Sambang Ganesha dari Singosari di Belanda

menyimak arca Ganesha dari Candi Singosaro di Museum Volkenkune Belanda ini terasa istimewa.. terlebih setelah sekian abad lamanya...

Editor: Tri Hatma Ningsih
fx domini bb hera/citizen reporter
Gambar Candi Singosari tertempel di truk ekspedisi depan Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda 

Reportase FX Domini BB Hera
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta

FOTO Candi Singosari, candi yang dipersembahkan bagi Kertanegara, raja terakhir Singosari itu terpampang di sebuah truk eskpedisi, selepas memasuki pintu gerbang Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda. Sungguh mengesankan.

Sebelum memasuki lobi dan resepsionis, patung Ganesha putih bertarikh abad ke-13 berbahan andesit menyambut pengunjung. Patung suci anak Dewa Siwa dan Dewi Parwati itu berdiri tegak, penuh takzim. Koleksi ini begitu istimewa sebab berasal dari Gunung Semeru, gunung suci bagi kerajaan klasik Jawa Timur seperti Kadiri, Singosari, dan Majapahit.

Museum Kerajaan Belanda untuk etnografi di Leiden ini merupakan museum level dunia. Benda-benda budaya dari berbagai penjuru dunia dipamerkan penuh keanggunan.  

Ruangan khusus diperuntukkan bagi koleksi-koleksi dari Indonesia. Patung-patung suci dari Candi Singosari menjadi hal pertama yang akan ditemui. Ganesha  (1,54 M) tak sendirian di sana, ia ditemani Agastya (Siwa Mahaguru, 1,67 M), Siwa Bhairawa (1,67 m), Durga (1,57 m), Brahma (1,74 m), Nandiswara (1,74 m), Mahakala (1,7 m), dan Cakracakra. Mereka semua penghuni dari Candi Singosari.

Salah satu penghuni Candi Singosari yang telah dikembalikan ke Indonesia ialah Prajna Paramita (1,26 M) atau populer dikenal arca Ken Dedes. Tahun 1820 patung indah nan cantik ini dibawa ke Belanda dan ditempatkan di museum ini. Pada 1978 Prajna Paramita kembali ke Indonesia. Museum Nasional, Jakarta menjadi tempat tinggal ketiganya, sesudah Singosari dan Leiden.

Ganesha, berbadan manusia, berkepala gajah, dikenal sebagai dewa kebijaksanaan dan penyingkiran halangan. Ganesha dalam percandian Siwa merupakan satu dari tiga dewa atau dewi pendamping utama Siwa.

Siwa menempati bilik pusat sedangkan tiga dewa-dewi  pendamping, berturut-turut Durga di utara, Ganesha di sisi barat, dan Agastya menempati bagian selatan. Terkadang arca Ganesha di Indonesia dijumpai sendirian dan tak dalam komposisi seperti itu.

Penemuan arca-arca Ganesha terhitung tinggi, bahkan arkeolog NJ Krom menyatakan yang tertinggi. Perbandingan temuan arca Ganesha:Durga:Agastya ialah 22:5:2. Data ini didapat Krom dari inventarisasi peninggalan-peninggalan purbakala yang diterbitkan dalam Inventaris der Hindoe Oudheden (ROD 1914, 1915, dan 1923).

Ganesha Diboyong Pulang

Tahun 1804, Gubernur Pantai Timur laut-Jawa, Nicolaus Engelhard mengambil arca Ganesha bersama arca-arca lainnya dari Candi Singosari. Engelhard menempatkan aneka arca itu taman kediaman rumahnya di Semarang. Tahun 1819 arca-arca itu diberangkatkan ke Belanda dengan kapal laut. Baru pada 1903 arca Ganesha bersama arca-arca yang dibawa Engelhard menjadi koleksi Museum Volkenkunde, Leiden hingga hari ini.

Tak sedikit pihak menginginkan arca-arca itu kembali ke tempat asalnya. Biarpun arca-arca Singosari di Leiden belum pulang, minimal mereka tak panas tersengat matahari ataupun kehujanan tanpa pelindung. Di Leiden, suhu ruangan hingga sinar pencahayaan benar-benar diatur bagi arca-arca suci Hindu itu.

Konservasi, penyelidikan ilmiah, dan berbagai infrastruktur lain yang masih 'berproses' menjadi pembeda antara Museum Volkenkunde maupun di Candi Singosari tersendiri. Jika melihat realitas arca-arca di Candi Singosari, rasanya banyak hal yang perlu dilakukan sebelum proses pengembalian diusahakan.

Membahas arca Ganesha kurang lengkap tanpa menyebut nama Arkeolog Edi Sedyawati. Direktur Jenderal Kebudayaan era Mendikbud Wardiman Djojonegoro ini membaktikan diri menulis disertasi Pengarcaan Ganeśa Masa Kadiri dan Siƞhasāri” (1994).

Arkeolog kelahiran Malang ini turut menelusuri arca-arca Ganesha hingga ke beberapa belahan bumi. Selain di Leiden,  arca Ganesha dari Candi Singosari di luar Indonesia berada di Museum Nasional Bangkok, Thailand.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved