Berita Ekonomi Bisnis
Ribuan Sapi Pesanan Satroni Tiba di Perak, selanjutnya Sapi-Siap itu akan Perlakukan seperti ini
"SAYA SUDAH dua periode bermitra dengan Santori. Ini siap-siap untuk ketiga," kata Misran.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Sapi-sapi yang didistribusikan itu adalah sapi yang telah diimpor Santori sepanjang 2016.
Dari data yang ada, sejak April hingga Desember 2016, baik yang diimpor melalui Surabaya ataupun Lampung, ada sekitar 6.898 ekor sapi indukan. Saat ini sebagian besar berasa di kandang koloni seluas 60 hektar milik Santori di Tongas Probolinggo.
"Karena penyerahan ke peternak sapi harus bunting 6 bulan, maka untuk yang datang kali ini akan kami serahkan pada Semester II tahun depan. Target kami tidak hanya peternak di Malang dan Probolinggo, tetapi untuk seluruh peternak di 25 kabupaten di seluruh Jatim," lanjut Bintoro.
Mekanisme kerjasama dengan peternak adalah dengan menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang bertindak sebagai penjamin kredit dengan bunga 9 persen.
Mulai dari harga sapi, pakan, obat, asuransi hingga transportasi semuanya dibiayai BRI. Di semester I/2017, BRI akan menyiapkan dana sekitar Rp 30 miliar.
Dan di Semester II/2017 akan menyiapkan dana sekitar Rp 90 miliar. Peningkatan nilai kredit yang disiapkan itu karena terget pendistribusian sapi ke peternak diperbesar dari 200 ekor per bulan di semester I/2017 menjadi 600 ekor sapi per bulan di Semester II/2017.
Sementara jumlah sapi yang diserahkan ke peternak juga semakin besar, dari 5 ekor per peternak menjadi 10 ekor per peternak.
"Peternak tinggal menyiapkan kandang dan tenaga kerja serta agunan sebagai persyaratan kredit BRI. Untuk pakan hijau, mereka juga bisa menanam rumput odot. Kalau tidak punya tanah, mereka bisa bekerjasama dengan petani lain. Jadi bisa semakin banyak petani yang dilibatkan," terangnya.
Direktur Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Santori. Karena sejauh ini, Indonesia masih belum swasembada sapi secara nasional. Ada kekurangan sekitar 33 persen dari total kebutuhan sapi dalam negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bisnis-satroni-agrindo_20161225_202911.jpg)