Selasa, 14 April 2026

Berita Sidoarjo

Warga Sidoarjo Disebut Minim Kesadarannya agar Tidak Membuang Sampah ke Sungai,seperti ini Buktinya

DI wilayah hilir, terutama Sungai Gedangan, Tambakcemandi, Sedati, menjadi langganan bermuaranya ribuan ton sampah.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
surya/irwan syairwan
Alat berat mengurai sampah yang menumpuk di kawasan Tambakcemandi Sedati. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sampah menjadi satu permasalahan akut di Sidoarjo, Rabu (21/12/2016). Bahkan, sampah menjadi faktor utama penyebab banjir di Kota Delta.

Di wilayah hilir, terutama Sungai Gedangan, Tambakcemandi, Sedati, menjadi langganan bermuaranya ribuan ton sampah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sodoarjo, Bahrul Amig, mengatakan warga Sidoarjo masih minim kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai.

"Akibatnya, tiap beberapa hari sekali tumpukan sampah menumpuk di muara. Ini karena warga masih sering membuang sampah ke sungai," kata Amig.

Pernyataan Amig ini bukan sembarang menuduh. Pihaknya telah melakukan kajian bahwa tumpukan sampah tersebut memang dari sampah domestik warga.

Parahnya, sedimentasi sungai-sungai Kota Delta bukan disebabkan oleh lumpur atau pasir, melainkan karena tumpukan sampah. Ini yang mengakibatkan sungai gampang meluap ketika hujan lebat melanda atau datangnya air pasang.

"Kajian kami dikuatkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) yang memang menyatakan sampah menjadi penyebab utama pendangkalan sungai," sambungnya.

Amig menyatakan pihaknya akan mendorong tingkat desa untuk membuat Perdes tentang Pengelolaan Sampah.

Perdes itu nanti mengatur sirkulasi dan manajemen sampah warga sebelum masuk ke TPS dan TPA.

Dikatakan, selama ini belum tumbuh kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai, satu di antaranya karena belum maksimalnya sosialisasi dan peraturan yang ada.

Diharapkan, adanya perdes sampah ini nanti akan menyadarkan warga dan secara perlahan namun pasti akan mengurangi volume sampah yang ada.

Amig mengungkapkan dalam sehari, Sidoarjo menghasilkan sekitar 1.100 ton sampah per hari. Jumlah ini didominasi terutama oleh sampah domestik hasil dari banyaknya warga membuang sampah ke sungai.

Amig menyatakan punya target dua tahun untuk menumbuhkan kesadaran warga Sidoarjo agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Sebab dari sampah ini timbul banjir. Yang rugi kan warga juga," ujarnya.

Tumpukan sampah kembali membanjiri sungai di kawasan Tambakcemandi, Sedati. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sidoarjo, terus melakukan pembersihan sampah yang memenuhi sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved