Kamis, 23 April 2026

Berita Banyuwangi

Pakde Karwo: Mahasiswa Unair Pagi dan Siang Belajar, Sore Harus Memberdayakan Masyarakat

KULIAH UMUM PAKDE. Pakde didapuk menjadi pembicara dalam kuliah umum bersama mahasiswa Unair di Banyuwangi.

Penulis: Haorrahman | Editor: Musahadah
surya/haorrahman
Pakde memberikan kuliah umum di Unair Banyuwangi 

SURYA.co.id|BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo berkunjung ke Banyuwangi, Kamis (15/12/2016).

Dalam kunjungannya itu, Pakde didapuk menjadi pembicara dalam kuliah umum bersama mahasiswa Unair di Banyuwangi.

Dalam kuliah umum yang digelar di SMKN 1 Banyuwangi ini, Karwo menyampaikan tentang Arah Pembangunan Jawa Timur Dengan Penguatan Daya Saing Dalam Perekonomian Global.

Kuliah umum ini diikuti ratusan mahasiswa Unair angkatan I-III. Mereka dari prodi Akutansi, Kesehatan Masyarakat, Perikanan Kelautan dan Kedokteran Hewan.

Dalam kesempatan itu, Pakde menekankan perlunya konsistensi bangsa ini untuk membangun keadilan sosial.

Hal ini bisa dibangun bila pemerintah mengembangkan ekonomi inklusi. Yakni keterbukaan akses keuangan bagi seluruh masyarakat.

"Hal ini sesuai dengan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. UU itu memasukkan konsep bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah harus ada pemberdayaan masyarakat dan partisipatoris. Masyarakat harus diajak bicara," kata Pakde.

Menurut Pakde hal ini dapat dilakukan pengajar dan mahasiswa Unair dengan cara pagi dan siang hari belajar, sore harinya memberdayakan masyarakat.

"Masyarakat harus diajak bicara, seperti yang telah dilakukan Bupati Banyuwangi. Mahasiswa kalau turun ke masyarakat jangan hanya jadi tamu, tapi berbicara dan diskusilah dengan tokoh desa untuk membantu memecahkan masalah mereka. Istilah Banyuwangi, Ngopi Bareng," jelas Pakde.

Dalam kuliah umum ini, Pakde sempat menyinggung peran pemerintah dalam pengambilan kebijakan konstruksi perekonomian berbasis UMKM.

Pakde menjelaskan bahwa kredit perbankan ke UMKM masih sekitar 18-22 persen. Sekitar 70-80 persen UMKM ini hidup sendiri dan hampir tidak tersentuh dengan jasa keuangan. Padahal, UMKM ini merupakan sektor yang sudah terbukti handal dan bertahan selama krisis.

"Kalau dibiarkan seperti ini, ekonomi kita sakit (atrofi/menyusut). Maka pemkab perlu turun, caranya dengan mengurus UMKM. Dan ini, telah banyak dilakukan pemprov dan bupati se Jawa Timur," kata Pakde.

Selain penguatan UMKM, menurut Karwo untuk meningkatkan ekonomi inklusi adalah manajemen spending government yang tepat. "Saya kira Banyuwangi sangat strategis dalam menentukan pos-pos belanja APBD-nya," kata Karwo.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan bahwa keterbukaan akses keuangan bagi masyarakat atau dikenal dengan inklusi keuangan (finance inclusion) sangatlah penting.

"Perbankan harus bisa menjamin akses keuangan bagi rakyat. Finance inklusion ini harus bisa dinikmati oleh semua kalangan,” kata Anas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved