Berita Surabaya
Pengelolaan Sampah, Pemda Diminta Contoh Surabaya, ini Alasannya
SURABAYA dinilai bagus sebagai kota percontohan untuk penerapan program Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS).
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Parmin
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, Indonesia sejatinya memiliki potensi yang luar biasa. Utamanya di bidang pariwisata. Akan sangat disayangkan bila potensi tersebut tidak bisa dioptimalkan karena terbentur masalah kebersihan.
"Indonesia itu kaya sekali. Sayang kalau kita nggak bisa ambil karena hal-hal semisal kotor atau warga yang nggak welcome. Padahal, dengan adanya turis, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Untuk membudayakan program itu, Risma mempunyai cara tersendiri. Yakni dengan diawali dengan kedisplinan.
Menurutnya, berbeda dengan kebakaran yang rasio terjadinya kemungkinan tidak setiap hari, tetapi sampah bisa setiap menit dibuang disembarang tempat.
“Kalau di Surabaya, kami di pemerintah ikut turun langsung bersama masyarakat semisal melakukan kerja bakti bersih-berish pantai dan sungai,” jelas mantan kepala dinas kebersihan dan pertamanan ini.
Masih kata Risma, Surabaya menempati peringkat kedua di bawah Denpasar dalam peringkat indeks pariwisata Indonesia.
Menurut wali kota, meski Surabaya tidak memiliki potensi wisata alam seperti daerah lain, tetapi kekuatan Surabaya ada pada MICE (Meeting Incentive, Conference/Convention and Exhibition) yang didukung kota yang bersih, warga yang welcome dan infrastruktur memadai.
Dalam kesempatan itu, para undangan yang datang dari beberapa daerah se-Indonesia mendapatkan kesempatan berkunjung. Lokasi pertama yang dikunjungi para tamu adalah Taman Bungkul. Di sana, para tamu berkeliling melihat sejumlah fasilitas, mulai dari fasilitas bermain, desain taman hingga penempatan air keran siap minum PDAM.
