Rabu, 15 April 2026

Berita Pasuruan

Seperti Ini Serunya Donor Darah di Areal Taman Safari Pasuruan

Ia beralasan, posko ini bisa digunakan untuk menunggu keluarganya yang sedang berkeliling Taman Safari.

surya/galih lintartika
Pengunjung Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan bisa berlibur sembari mendonorkan darah. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Puluhan pengunjung terlihat mengantre di posko donor darah Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan, Minggu (20/11/2016).

Para pengunjung ini ternyata ingin mendonorkan darah di lokasi wisata ini selain untuk berlibur dengan keluarga.

Salah satu pengunjung, David mengaku sangat senang adanya posko donor darah ini.

Ia beralasan, posko ini bisa digunakan untuk menunggu keluarganya yang sedang berkeliling Taman Safari.

“Daripada saya menunggu lama tanpa ada kegiatan, lebih baik donor darah sekalian saja. Lebih bermanfaat,” katanya.

Pengunjung asal Lawang, Malang ini mengaku memang rutin mendonorkan darahnya.

Ia menyebutkan setiap enam bulan sekali rutin datang ke Kantor PMI untuk mendonorkan darah.

“Kemarin saya juga lupa belum donor, kebetulan di sini juga ada. Akhirnya ya sekalian saja,” terangnya.

Pengunjung lainnya, Akbar menilai posko donor darah di areal taman safari ini cukup baik.
Bahkan, ia menyarankan pihak taman safari terus mempertahankan program ini.

“Bagi saya ini cukup bagus ya. Setidaknya memberikan kesempatan kami sebagai pekerja yang repot di kantor, dan tidak sempat donor darah. Jadi, bisa antar istri dan anak liburan, tapi saya juga bisa mendonorkan darah. Saya rutin donor darah,” ungkapnya.

GM Taman Safari Prigen II I Ketut Gunarta, mengatakan, program donor darah ini memang baru digagas.

Setidaknya, dalam setahun ini, pihaknya sudah empat kali membukan posko donor darah.
“Awalnya, kami ingin memberikan kesempatan karyawan TSI untuk donor. Tapi, akhirnya, kami buka untuk umum, jadi pengunjung juga bisa ikut partisipasi,” tandasnya.

Alhasil, dikatakan Ketut, antusias pengunjung cukup banyak. Mayoritas mereka mendukung program ini dijalankan terus. Respon yang diterima juga apik.

“Jumlah peminatnya membludak. Dari PMI, hanya menyediakan sekitar 200 kantong, tapi peminatnya lebih dari itu. Terkadang, kami juga kasihan sama pengunjung yang tidak bisa mendonorkan darah karena kehabisan kantong,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved