Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banyuwangi

Puluhan Ribu Orang Akan Ramaikan Banyuwangi Ethno Carnival 2016

Di gelaran itu ratusan talent akan memperagakan ragam busana tokoh legenda Banyuwangi yang ditampilkan dalam balutan desain kontemporer.

Tayang:
Penulis: Haorrahman | Editor: Eben Haezer Panca
surya.co.id/Haorrahman
Seorang talent yang akan tampil dalam ajang Banyuwangi Ethno Carnival 2016 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Ribuan orang akan hadir di gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2016, Sabtu (12/11/2016). Diprediksi sekitar 40.000 orang akan memadati Taman Blambangan Banyuwangi, untuk menyaksikan festival yang mengangkat tema The Legend of Sritanjung Sidopekso tersebut.

Tidak hanya penonton yang ingin menyaksikan BEC, perwakilan-perwakilan dari pemerintahan baik tingkat kabupaten maupun provinsi juga hadir untuk belajar dan melihat langsung gelaran BEC. Di antaranya Bupati Tabanan, Bupati Bandung Barat, Wali Kota Cirebon, SKPD dari Pemkot Bandung, Pemprov Jawa Barat, DPRD Tulungagung, Malang, dan instansi pemerintahan lainnya. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga menjadwalkan hadir.

"Banyak kepala daerah dan SKPD pemerintahan yang datang untuk melihat langsung BEC," kata Kepala Bidang Humas dan Protokol Banyuwangi, Juang Pribadi, Jumat (11/11).

"Selain itu, juga akan dimeriahkan kehadiran Puteri Pariwisata 2016, Dhika Faradhiba," sambungnya.

Talent
Salah satu talent yang akan tampil dalam BEC 2016

Tahun ini BEC mengangkat tema The Legend of Sritanjung Sidopekso. Di gelaran itu ratusan talent akan memperagakan ragam busana tokoh legenda Banyuwangi yang ditampilkan dalam balutan desain kontemporer.

"Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. BEC  pun kami gelar secara tematik tiap tahunnya dengan berpijak pada budaya lokal. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat Gandrung, barong Using, Seblang, adat Kemanten Using tahun ini yang kami persembahkan adalah kisah legenda asal mula Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Kata Anas, parade ini sengaja digelar dalam bentuk karnaval kontemporer untuk menjembatani tradisi dan budaya modern. Karnaval, lanjut dia, diyakini banyak pihak sebagai cara mengemas acara yang paling disukai masyarakat.

“Bedanya, tema karnaval yang kami angkat adalah tradisi lokal masyarakat Banyuwangi. Contohnya tahun ini yang sengaja mengangkat legenda asala mula Banyuwangi. Di awal acara nantinya, akan disuguhkan fragmen yang mengisahkan legenda Putri Sri Tanjung,” ujar Anas.

BEC 2016
Seorang talent yang akan tampil dalam BEC 2016

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda mengatakan, tema BEC 2016 “The Legend of Sritanjung Sidopekso” terinspirasi dari tokoh-tokoh pada legenda asal mula nama Banyuwangi yakni Putri Sritanjung, Patih Sidopekso dan Raja Blambangan Prabu Sulah Hadi Kromo.

Bramuda mengatakan, legenda itu bercerita tentang kesetiaan seorang Sri Tanjung, istri patih Sidopekso. Namun kesetiaan itu berubah menjadi bencana karena sang suami Patih Sidopekso mendapat cerita bohong dari Sang Raja Sula Hadikromo yang rupanya jatuh cinta pada Putri Sritanjung. Raja itu mengatakan bahwa Sri Tanjung jatuh cinta kepada sang Raja.

Patih Sidopekso pun murka dan membunuhnya. Sebelum dibunuh, Sri Tanjung sempat mengatakan bahwa apa yang didengar suaminya adalah fitnah. Bila tidak terjadi apa yang dituduhkan, Sri Tanjung bersumpah bahwa jasadnya akan mengeluarkan bau harum.

"Untuk membuktikan kesetiannya, Putri Sritanjung pun rela dibunuh yang sebelumnya juga meminta jasadnya dibuang ke sungai. Ternyata, setelah dibuang ke sungai, keluar bau wangi dari sungai tersebut. Itu lah asal mula nama Banyuwangi muncul, Banyuwangi (air harum-red),” jelas Bramuda.

Perhelatan BEC ini akan diselenggarakan di Jalan Veteran, Banyuwangi, area seputar Taman Blambangan. Sebanyak 160 talent akan memeragakan busana modifikasi tiga tokoh sentral dalam legenda, Putri Sritanjung, Patih Sidopekso dan Raja Blambangan Prabu Sulah Hadi Kromo.

Dalam legenda, Putri Sritanjung digambarkan sebagai seorang wanita berparas cantik yang halus tutur kata dan sikapnya. Pada perhelatan BEC nanti, sosok Sritanjung akan ditampilkan dalam balutan busana seorang putri lengkap dengan selendang dan mahkota yang dihiasi untaian bunga melati.

“Meskipun semua busana para tokoh legenda didesain dengan modifikasi dan penambahan ornamen namun ada pakem yang tidak boleh berubah sebagai ciri khas dari masing-masing tokoh. Misalnya kostum Putri Sritanjung akan tetap menggambarkan sosok seorang putri yang elegan dengan untaian bunga,” ujar Bramuda.

BEC 2016
Salah satu talent dalam BEC 2016
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved