Perhotelan
Inilah 'Peta' Kawasan Hotel Mahal, Menengah dan Religi di Surabaya
Hotel jaringan internasional dengan segmen high end memilih kawasan Surabaya Barat. Sementara segmen menengah di wilayah Surabaya Timur.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Hotel baru di Kota Surabaya masih akan bermunculan dalam beberapa tahun mendatang.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) DPD Jatim, M Soleh, menyebutkan bila kondisi pasar di Surabaya masih tumbuh.
“Sebelumnya booming hotel di kota Surabaya ini kami minta untuk merata di semua kawasan. Saat ini sudah mulai merata, tapi kemudian terbagi dalam segmen yang berbeda,” jelas Soleh, Selasa (8/11/2016).
Hal itu terlihat pasca peresmian hotel-hotel baru di kawasan Surabaya Timur yang mayoritas adalah hotel budget atau bintang 3 kebawah. Sementara di kawasan Surabaya Barat, dalam tiga hari terakhir, ada dua hotel bintang lima dan empat yang baru diresmikan. Yaitu Hotel Vasa dan Hotel Fairfiel by Marriot.
Soleh menyebutkan, kondisi ini menunjukkan kawasan Surabaya Timur dan Barat yang berbeda. Bila Surabaya Timur merupakan daerah industri, sehingga hotel menjadi pelengkap dari kegiatan bisnis.
Sementara di Surabaya Barat, identik dengan daerah ekspatriat yang umumnya memerlukan hotel yang memiliki banyak fungsi. Tidak sekedar untuk tidur, tapi juga pleasure.
“Hotel jaringan internasional dengan segmen high end, memilih kawasan Surabaya Barat ini. Sementara segmen menengah berada di wilayah Surabaya Timur. Khusus segmen religi, saat ini juga sudah ada di kawasan utara,” jelas Soleh.
Dalam tiga tahun terakhir, hotel baru di kota Surabaya mencapai lebih dari 150 hotel. Dengan jumlah kamar sekitar 15.000 kamar.
Kondisi ini sempat membuat harga kamar hotel di Surabaya “rusak”. Tarif kamar hotel bintang empat ada yang mencapai di bawah hotel bintang tiga.
Terkait hal itu, diakui Soleh, merupakan upaya hotel untuk meningkatkan okupansinya di tengah persaingan yang ketat.
Bahkan kondisi itu melahiran trend baru, yaitu hotel-hotel di Surabaya pada akhir pekan atau weekend, yang okupansinya rendah, menjadi meningkat.
“Karena ada tamu-tamu lokal yang memilih wisata menginap di hotel. Selain itu juga karena kondisi tempat wisata atau menuju tempat wisata, misalnya ke Malang atau Batu yang saat ini dari Surabaya sudah macet, banyak yang memilih akhir pekan berwisata di kota Surabaya sambil menginap di hotel. Apalagi tarif hotel di weekend juga ditawarkan lebih rendah,” jelas Soleh.
Dalam tiga hari terakhir, dua hotel bintang empat dan lima launching di Surabaya. Hotel bintang lima, Vasa yang berada di kawasan Jl Hr Muhammmad, dan bintang empat, Fairfield by Marriot di kawasan Jl Mayjen Sungkono.
"Bisnis hotel di Surabaya memang cukup ketat dengan banyaknya supply, namun kami tetap optimis bahwa Vasa Hotel bisa bersaing dengan Hotel Bintang 5 lainnya karena kami mempunyai berbagai kelebihan yang tidak dimiliki hotel berbintang 5 lainnya," kata Hermanto Tanoko, Chief Executive Officer Vasa Hotel, akhir pekan lalu.
Salah satu keunggulan yang dimiliki Vasa Hotel adalah adanya fasilitas helipad bestandart internasional yang khusus diperuntukkan tamu hotel yang menginap. Helipad ini menurut Hermanto, bisa membantu para pebisnis dan eksekutif yang membutuhkan mobilitas cepat dari dan menuju hotel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-chief-executive-officer-vasa-hotel-hermanto-tanoko_20161108_204213.jpg)