Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Lifestyle

Alpukat Tak Hanya Jadi Minuman Jus atau Smoothies, Ini Manfaat Lainnya

Di luar teksturnya yang lembut dan creamy, alpukat ternyata kaya akan serat, yaitu sekitar 6-7 gram tiap setengah buah.

Tayang:
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Titis Jati Permata
pixabay
Ilustrasi buah alpukat 

SURYA.co.id | SURABAYA – Alpukat seringkali dikonsumsi masyarakat dengan cara dibuat jus atau smoothies atau sebagai salah satu buah isi dalam es campur.

Alpukat berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah yang memiliki iklim hangat dan saat ini banyak ditanam dalam perkebunan monokultur di daerah tropis.

Satu buah alpukat (sekitar 40 gram) mengandung 64 kalori, 5 gram lemak, 3,4 gram karbohidrat, kurang dari 1 gram gula, dan 3 gram serat, serta 1 gram protein.

Buah alpukat juga merupakan sumber vitamin C, E, K, dan B6, riboflavin, niasin, folat, asam pantotenat, magnesium, potasium, lutein, beta-karoten, dan asam lemak omega-3.

Menurut artikel yang ditulis oleh Megan Ware RDN LD dan Dr Helen Webberley pada Medical News Today (MNT), alpukat adalah satu-satunya buah yang memiliki kandungan Monounsaturated Fatty Acid (MUFA) yang merupakan jenis lemak sehat dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada manusia.

Kandungan yang terdapat pada alpukat adalah lutein dan zeaxanthin yang menghasilkan antioksidan proteksi yang membantu meminimalisir kerusakan mata akibat paparan sinar ultraviolet.

Mengonsumsi setengah buah alpukat akan membantu menyediakan 25 persen kebutuhan vitamin K harian tubuh.

Vitamin K seringkali tidak terlalu dihiraukan, padahal mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin K dapat meningkatkan kesehatan tulang.

Selain itu, alpukat juga mengandung folat yang sangat penting untuk kesehatan kehamilan.

Konsumsi alpukat yang cukup, dapat mengurangi risiko keguguran dan kecacatan pada bayi.

Makanan dengan kadar folat tinggi juga dapat mengurangi risiko depresi karena folat membantu mencegah penumpukan homosistein yang dapat menghalangi sirkulasi dan pelepasan nutrisi ke otak.

Kelebihan homosistein juga dapat menghalangi produksi serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang meregulasi suasana hati, kualitas tidur, dan selera makan.

Di luar tekstur buah yang lembut dan creamy, alpukat ternyata kaya akan serat, yaitu sekitar 6-7 gram tiap setengah buah.

Serat yang terkandung dalam alpukat dapat mencegah konstipasi dan berperan dalam detoksifikasi alami tubuh.

Sehingga mengurangi risiko perkembangan penyakit kronis, yaitu penyakit jantung koroner, stroke, gipertensi, diabetes, obesitas, dan gangguan pencernaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved