Musim Haji 2016

3 Jemaah Haji Gresik Pembawa Rp 6,2 M akan Disidang di Arab Saudi, ini Penjelasan Kemenag

"Putusannya seperti apa kami juga belum tahu. Kami sama-sama masih menunggu hasil sidang putusan tersebut."

3 Jemaah Haji Gresik Pembawa Rp 6,2 M akan Disidang di Arab Saudi, ini Penjelasan Kemenag
surya/sugiyono
SEPI - Rumah Ansharul Adhim Abdullah di Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik,terlihat sepi, Rabu (5/10/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Tiga jemaah haji asal Gresik yang ketahuan membawa uang Rp 6,2 miliar belum bisa pulang ke tanah air. Meski urusan uang itu telah beres, mereka masih harus menjalani proses hukum di Arab Saudi.

Ansharul Adhim (47) dan istrinya Sri Wahyuni (36) warga Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, serta Rochmat Kanapi Podo (58) warga Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, dijadwalkan menjalani sidang atas persoalan yang dihadapinya, Senin (17/10).

"Sampai saat ini belum ada kepastian kapan tiga jemaah tersebut akan pulang. Sebab, ketiganya masih menjalani proses hukum yang berlaku di Arab Saudi. Diantaranya, Senin (17/10/2016) ketiganya menjalani sidang putusan atas perbuatannya,” ungkap Munir, Plt Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama (Kemenang) Gresik.

Menurutnya, tiga jemaah haji asal Gresik itu akan menjalani sidang dengan didampingi petugas dari Indonesia. Sehingga, semua hal-hal yang berkaitan dengan masalah hukum yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi, sudah diantisipasi pendaping ketiga jamaah.

"Putusannya seperti apa kami juga belum tahu. Kami sama-sama masih menunggu hasil sidang putusan tersebut. Tapi, terkait persoalan uang yang dibawa ketiga jamaah tersebut sudah tuntas. Sekarang tinggal proses hukumnya,” ujar Munir.

Meski demikian, disebutkan bahwa belum jelas kapan tiga jemaah ini akan pulang ke tanah air. Setelah sidang selesai pun, masih harus menunggu hasil koordinasi dengan panitia jamaah haji nasional terkait jadwal pemulangan.

Tentang proses pemulangannya, kemungkinan akan dititipkan kloter yang kosong. "Biasanya kelompok terbang yang terakhir yang banyak kosong. tapi ini masih kemungkinan, belum bisa dipastikan,” tandasnya.

Tiga jemaah haji itu sempat ditahan petugas di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi menjelang kepulangan ke Indonesia bersama kelompok terbang 39 pada 3 Oktober 2016 lalu. mereka dicegat petugas karena kedapatan membawa uang sekitar Rp 6,2 miliar.

Uang yang mereka bawa, rinciannya 50.000 dollar AS, 378.000 euro, dan 17.000 riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp 6.235.971.394.

Setelah diproses, ternyata uang itu merupakan sumbangan dari donatur di Arab Saudi untuk pembangunan masjid, musala dan yayasan yatim di Indonesia.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved