Musim Haji 2016

Uang Rp 6 Miliar Diakui dari Donatur untuk Panti Asuhan Yatim Piatu, ini Penjelasannya

“Saya yang menyerahkan ke petugas bea cukai di Surabaya,” ungkap Abdul Hamid, Ketua DPRD Gresik yang merupakan anggota rombongan haji di Kloter 39.

Uang Rp 6 Miliar Diakui dari Donatur untuk Panti Asuhan Yatim Piatu, ini Penjelasannya
surya/m taufik
Tas salah satu jemaah haji asal Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK - Uang sebanyak itu (Rp 6 miliar) diakui berasal dari donatur di Arab Saudi untuk kepentingan pembangunan Masjid, yayasan dan panti asuhan yatim piatu yang diamanatkan kepada Ansharul Adhim Abdullah.

Selain uang yang diamankan petugas imigrasi saat melakukan pemeriksaan terhadap tiga jemaah tersebut di Bandara Amir Mahmud bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, ternyata ada satu koper uang yang sudah sampai di Surabaya.

Oleh rombongan kloter 39 dembarkasi Surabaya, satu koper uang itu telah diserahkan ke petugas Imigrasi di Surabaya. Jumlahnya sekitar 200.000 euro atau sekitar Rp 2 miliar.

“Saya yang menyerahkan ke petugas bea cukai di Surabaya,” ungkap Abdul Hamid, Ketua DPRD Gresik yang merupakan anggota rombongan haji di Kloter 39 tersebut.

Diceritakan, saat tiga jemaah dicegat petugas di bandara AMAA ternyata tidak semua tas bawaannya ikut diamankan. Ada lima tas koper yang ikut berbaur dengan barang bawaan jemaah haji lain. Lima koper itu kemudian ikut terbang sampai ke Indonesia.

Nah, ketika rombongan tiba di Surabaya, lima koper milik tiga jemaah haji yang ikut terbawa sampai ke Surabaya itu baru diketahui. Dari lima tas itu, satu diantaranya berisi uang. Semuanya langsung diserahkan ke petugas bea cukai.

Saat tahu ada lima tas milik tiga jemaah tersebut, rombongan sempat bingung. Apalagi, pimpinan rombongan sempat dihubungi oleh Ansharul agar menyerahkan tas berisi uang itu kepada kerabatnya yang disebut akan menjemput di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

“Setelah bermusyawarah, akhirnya semua sepakat agar tas diserahkan ke Bea Cukai saja. Dan saya yang dipasrahi menjadi perwakilan rombongan untuk menyerahkan tas tersebut ke petugas bea cukai,” kisah Hamid, Rabu (5/10/2016).

Ketika menyerahkan lima tas, termasuk satu yang berisi uang sekitar Rp 2 miliar tersebut, Hamid sempat membuat surat bukti serahterima. Dan gara-gara mewakili rombongan menyerahkan tas ini, Hamid pun tertinggal di Surabaya ketika jemaah lain sudah pulang ke Gresik.

“Jemaah lainnya pagi sudah sampai di rumah, saya baru pada siang hari bisa pulang karena harus menyerahkan tas itu terlebih dulu,” lanjut politisi Partai Golkar ini.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved