Rabu, 8 April 2026

Kejahatan Dimas Kanjeng

Pengikut Dimas Kanjeng Asal Pasuruan Malu Dijemput Pakai Bus, Nekat Bertahan

"Kalau tidak ada perintah, saya tetap di padepokan. Apapun itu, pokoknya saya dan teman - teman Pasuruan akan tetap di padepokan," katanya kepada Sury

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni
surya/Galih Lintartika
GAGAL: Tim penjemput pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi asal Pasuruan pulang dengan tangan hampa. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Upaya penjemputan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terhadap 25 orang dari 10 Kecamatan di Pasuruan yang diduga sebagai pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Selasa (4/10/2016) siang gagal.

Pemkab gagal membawa pulang warganya karena mereka masih bersikukuh bertahan dan menetap di padepokan.
Akibatnya, bus yang disiapkan untuk penjemputan ini kosong melompong dan kembali ke Pasuruan tanpa hasil.

Tim yang terdiri dari Bakesbangpol, dan kepolisian ini tiba di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo sekitar pukul 12.00.

Saat tim datang, di lokasi sedang hujan deras. Akibatnya, tim baru bisa datang ke tenda pengikut asal Pasuruan sekitar pukul 13.00.

Tim ini diterima baik di padepokan dan langsung disambut Camat Gading S Hariyanto.

Setelah itu, tim langsung mendatangi tenda dan diterima apik oleh salah satu pengikut asal Pasuruan yang bernama Nizar.

Tak lama, Nizar pun memanggil warga Pasuruan lainnya yang berjumlah total enam orang.

Padahal, kabar terakhir warga Pasuruan yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng ini sebanyak 25 orang.

Awalnya, diskusi berjalan lancar. Tim menjelaskan maksud dan tujuannya ke padepokan dihadapan warga Pasuruan.

Namun, suasana sedikit memanas ketika, tim mengatakan akan menjemput dan membawa pulang mereka menggunakan bus.

"Saya tidak mau pulang bapak, bukan saya menolak tawaran bapak," kata Nizar kepada Kepala Bakesbangbanglimas Yudha Triwida Sasongko.

Yudha pun menanyakan, apa alasannya tidak mau pulang ke rumah.

"Kenapa bapak tidak pulang, mau menunggu apa disini ," kata Yudha yang kembali menanyakan ke Nizar.

"Saya menunggu Ketua Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Marwah Daud Ibrahim dulu. Apa keputusannya dan apa petunjuknya," jawabnya.

"Kapan Marwah akan memberikan keputusan," tanya Yudha.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved