Selasa, 28 April 2026

Pemkot Surabaya

Pemerintah Daerah se-Indonesia Adopsi Sistem e-Government Pemkot Surabaya

Manfaat paling mencolok adalah bisa mengurangi potensi korupsi karena memangkas celah terjadinya permainan antara oknum birokrat dan pihak luar.

Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Yuli
humas pemkot surabaya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi serta Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. 

Manfaat paling mencolok adalah bisa mengurangi potensi korupsi karena memangkas celah terjadinya permainan antara oknum birokrat dan pihak luar.

“Penerapan sistem e-government juga terbukti mampu menghemat anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Kami bisa membangun kota ini melalui penghematan itu," ujar wali kota Tri Rismaharini.

Penerapan e-goverment di Surabaya ini, dimulai pada 2003. Selain e-budgeting, e-procurement, e-delivery, e-controlling, e-performance, e-payment, hingga e-health yang membuat warga Surabaya tidak perlu antre ketika akan mendapatkan pelayanan kesehatan, juga ada e-Musrenbang yang memungkinkan Pemkot bisa menampung usulan masyarakat via online.

"Masyarakat bisa tahu mana usulan yang disetujui dan mana yang tidak dengan disertai alasan," jelas Risma.

Termasuk layanan perizinan Surabaya Single Windows (SSW) via aplikasi mobile. Layanan ini membuat warga bisa mengurus perizinan melalui smart phone nya. Bahkan, masyarakat bisa mencetak sendiri berkas/dokumen perzinan.

“Kami senang sekali karena KPK menjadi inisiator agar daerah lain juga mengembangkan sistem e-government ini. Bila semakin banyak pemerintah daerah yang menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik ini, maka Indonesia akan lebih cepat sejahtera,” harapnya. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved