Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Raya

VIDEO - Mendikbud dan Gubernur Jatim Sepakat Memalsukan Kisah Sejarah

Mereka bermufakat, tidak jadi soal mengisahkan, misalnya, Untung Surapati dari Pasuruan tidak takluk pada Belanda meskipun faktanya dia k

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli

SURYA.co.id | MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendukung ide Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam memalsukan kisah sejarah.

Mereka sepakat membolak-balik fakta sejarah ketika dikisahkan ulang melalui bentuk-bentuk kebudayaan seperti Ludruk atau Ketoprak.  

Soekarwo dan Muhadjir sama-sama menilai, hal utama dalam kisah sejarah yang dipanggungkan bukan terutama kebenarannya, melainkan moral story-nya: membangkitkan keberanian pada audiens. 

Mereka bermufakat bahwa tidak jadi soal mengisahkan, misalnya, Untung Surapati dari Bangil, Pasuruan pada akhirnya menang melawan Belanda meskipun faktanya dia kalah. 

Pernyataan kedua tokoh itu kami siarkan langsung melalui Facebook Live selama hampir 2 jam, 2 September 2016.

Rekaman siaran langsung itu masih tersimpan sehingga dapat diputar ulang dalam video di atas (jika tidak dapat dibuka, lihat langsung di fanspage SURYA Online). 

Soekarwo mulai bicara pada menit 1:20, disusul Muhadjir.

Adapun konteks pernyataan itu, silakan baca dalam uraian berikut ini:

Ada pemandangan berbeda dalam pembukaan Pekan Budaya Indonesia 2016 di Pendapa Agung Kabupaten Malang di Jl Agus Salim Kota Malang, Jumat (2/8/2016).

Pembukaan acara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini jauh dari kesan kaku.

Bahkan, acara itu menjadi menarik dan menjadi tontonan gratis bagi pengunjung yang memenuhi aula Pendapa Agung itu.

Tontotan gratis itu berupa kesenian tradisional, ketoprak. Ketoprak yang disutradarai staf Kemendikbud, Teguh Kenthus itu disebut sebagai Ketoprak Tokoh.

Maklum saja, sejumlah tokoh di Malang, Jawa Timur, sampai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjadi penampil. Ketoprak itu berjudul Babad Singasari.

Karena bercerita tentang Singasari, maka tokoh yang diperankan tidak jauh dari sejarah Singasari yakni Adipati Tumapel Tunggul Ametung, Ken Dedes dan Ken Arok. "Meskipun ceritanya dikombinasi," ujar Kenthus.

Cerita dikombinasi karena dalam ketoprak itu ada Tumenggung Kanjuruhan yang diperankan Bupati Malang Rendra Kresna dan Tumenggung Malang yang diperankan Wali Kota Malang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved