Berita Banyuwangi
Perjuangan Fatma, Sarjana yang Rela Mengajar di Perkampungan Hutan Pinus Banyuwangi
Untuk ke Kampung Baung, harus menempuh perjalanan 12 kilometer dari Dusun Sumberurip. Itu harus melewati hutan terlebih dahulu.
Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Di daerah pinggiran Banyuwangi, terdapat sebuah perkampungan kecil di tengah rimba pinus, yang dikenal dengan sebutan Kampung "Baung".
Namun di perkampungan itu, terdapat seorang sarjana yang mengabdi untuk mengajar.
Dia adalah Fatmawati Nadlirah, sarjana yang ikut program Banyuwangi Mengajar.
“Orang-orang biasanya menyebut tempat itu kampung ‘Baung’. Mungkin karena banyak anjing hutannya,” kata Fatma kepada SURYA.co.id, Jumat (15/7/2016).
Baung di daerah setempat adalah anjing. Secara administratif, Kampung Baung terletak di perkampungan Dusun Sumberurip, Barurejo, Kecamatan Siliragung.
Namun untuk ke Kampung Baung, harus menempuh perjalanan 12 kilometer dari Dusun Sumberurip. Itu harus melewati hutan terlebih dahulu.
Bisa dibilang kampung itu tertutup. Karena tidak ada sinyal telekomunikasi di sana.
“Jangan berharap ada sinyal telekomunikasi di sini. Akses ke sana juga penuh tantangan. Harus melewati hutan pinus dulu," ujar Fatma.
Di kampung tersebut tidak boleh ada rumah permanen. Ini karena berada di bawah kawasan Perhutani yang memiliki regulasi khusus.
Tidak boleh ada pembangunan fisik secara masif, karena semuanya aset Perhutani.
Warga hanya boleh membangun rumah dari bilah-bilah kayu dengan beralaskan semen.
Itulah sebabnya, Pemkab Banyuwangi tidak melakukan pembangunan fisik. Melainkan pembangunan lebih pada Sumber Daya Manusia (SDM).
Melalui program Banyuwangi Mengajar itu, Pemkab Banyuwangi mengirimkan sarjana-sarjana terbaiknya untuk mengabdikan diri, mengajar, dan memberi motivasi kepada anak-anak di desa-desa terpencil itu.
Fatma sendiri merupakan lulusan Insitut Agama Islam Ibrahimy Banyuwangi. Perempuan berusia 27 tahun tersebut telah lebih dua tahun mengabdi untuk mengajar di kampung itu. Fatma mengajar di SD Negeri 8 Barurejo.
“Saya ikut Banyuwangi Mengajar mulai tahun pertama sampai sekarang,” kata gadis asal Desa Dasri, Tegalsari itu.
Awalnya Fatma sempat ditawari untuk tinggal di rumah kepala desa. Namun, dia menolak karena tidak tinggal di kampung tempat ia mengajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-banyuwangi-guru-mengajar_20160715_145353.jpg)