Breaking News:

Ujian Nasional 2016

Nilai Ujian Nasional SMP di Surabaya Menurun, Guru-guru Akan Dievaluasi

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Endang Renas menjelaskan, evaluasi bobot soal Ujian Nasional telah dilakukan MGMP.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, siswa SMPN I Surabaya saat akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (9/5) 

SURYA.co.id | SURABAYA – Penurunan nilai rata-rata Ujian Nasional SMP tak lepas dari turunnya nilai tiap pelajaran yang diujikan.

Hal ini berlaku di tingkat Nasional, Provinsi bahkan di Kota Surabaya. Sehingga, pemetaan kompetensi guru akan segera dilakukan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Endang Renas menjelaskan, evaluasi bobot soal Ujian Nasional telah dilakukan MGMP.

Menurutnya, 4 bulan sebelum Unas telah dilakukan pembekalan pada guru pelajaran agar memahami materi yang akan diujikan dan mengembangkan soal di sekolah masing-masing.

“Soalnya sudah sesuai, dan sudah pelatihan. Tapi bobot soal memang lebih berat dari perkiraan. Tidak bisa sama persis dengan latihan soal,” katanya ketika dihubungi SURYA.co.id, Senin (13/6/2016).

Menurutnya, guru memang harus lebih banyak mengembangkan soal agar siswa terbiasa dengan soal-soal yang dihadapi saat Unas.

“Kejujuran memang ditekankan, jadi anak-anak tidak bisa diskusi jawaban. Ini sudah lebih baik,” jelas guru matematika SMPN 25 ini.

Ia menurturkan, pihak MGMP masih menunggu rencana evaluasi yang diberikan Dindik Surabaya untuk peningkatan kualitas pengajaran guru.

Sementara itu Kepala Dindik Surabaya, Ikhsan menjelaskan, tahap evaluasi akan dimulai dengan analisa dari Kepala Sekolah.

Misalnya, apakah nilai sekolah di bawah rata-rata atau tidak. Kemudian akan dipersempit lagi dengan mencari nilai standar tiap pelajaran

“Pada pelajaran ini, akan dipetakan kelas, apa di bawah semua atau di atas. Dikembangkan lagi ke gurunya. Selanjutnya ini jadi bahan kami untuk peningkatan kompetensi guru,” lanjutnya.

Guru ini, juga akan dinilai berdasarkan materi ang dikuasai dan teknik pengajarannya. Misalkan guru Matematika dianalisa dari segi materi. Yaitu terkait kompetensi dasar, jika kurang maka akan diberi pelatihan terkait hal ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved