Berita Lamongan

Dari Hewan Menjijikkan Ini, Dua Siswa Lamongan Berhasil Membuat Obat Diare

"Dari kandungan bakteri yang sudah dinyatakan aman ini kemudian cairan siap untuk diminumkan ke penderita diare,"katanya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Musahadah
surya/hanif manshuri
Dua pelajar SMAN 2 saat menunjukkan proses dan penemuannya penyembuh diare dari bakteri lalat, Jumat (27/5/2016) 

SURYA.co.id lLAMONGAN - ‎Lalat, satu di antara binatang yang selama ini dinilai sangat menjijikan. Tapi tidak bagi dua pelajar SMA negeri 2 Lamongan.

Di tangan dua siswa ini, lalat bisa untuk menyembuhkan penyakit diare.

Dua pelajar ini adalah Alfian Nurfaizi dan Arum Ayu Ratna Wilis.

Mereka menciptakan obat diare dari bakteri yang terdapat pada tubuh lalat.

Berkat inovasinya, mereka mampu meraih dua medali emas di ajang International Young Inventors Project Olympic yang digelar di Georgia April 2016.

Arum Ayu Sekar Wilis mengatakan, penelitian yang mereka lakukan selama 3 bulan berhasil menemukan kandungan bakteri serta sistem ketahanan pada lalat yang bisa digunakan untuk obat diare.

Menurut Arum, dalam tubuh lalat ternyata terdapat suatu sistem pertahanan, yakni bakteri aktomisentes yang dapat menimbulkan 2 antibiotik.

Dua antibiotik ini yaitu Aktimosetin dan Aktimositin yang bermanfaat sebagai obat diare.

Proses pembuatan obat diare dari lalat ini sebenarnya tidak terlalu sulit, yaitu lalat ditimbang sesuai dengan kriteria bobot, yaitu 5 gram.

Setelah melalui beberapa kali proses pencampuran air, lalat kemudian diteliti lagi untuk menentukan kandungan bakterinya.

"Dari kandungan bakteri yang sudah dinyatakan aman ini kemudian cairan siap untuk diminumkan ke penderita diare,"katanya.

Dari penelitian yang dilakukan di Puskesmas, dari 25 responden diketahui kalau pasien mengalami penyembuhan yang lebih cepat.

Hasil temuan 2 pelajar SMAN 2 ini membuat pihak sekolah berencana mengembangkan bakteri dari lalat ini dengan cara memproduksinya secara masal.

Produksi masal ini, menurut  guru Hamim, dilakukan untuk membantu penyembuhan pasien diare di Lamongan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2, Muki mengapresiasi temuan anak didiknya yang mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya juga perlu menghargai kerja keras siswanya, dengan berencana memproduksi masal.

Bila perlu sampai pada hak paten, sehingga bisa dipasarkan secara umum. "Untuk keinginan ini masih perlu proses panjang,"ungkap Muki.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved