Berita Surabaya
Stres Terdampar di Pantai Nambangan, Lumba-lumba Moncong Botol itu Akhirnya. . .
Rombongan nelayan dan perwakilan Resort 07 Kantor Sumber Daya Alam (KSDA) Surabaya, membawa lumba-lumba yang terdampar di Pantai Nambangan, Kenjeran,
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Musahadah
SURYA.co.id I SURABAYA - Pukul 10.15 WIB, rombongan nelayan dan perwakilan Resort 07 Kantor Sumber Daya Alam (KSDA) Surabaya, membawa lumba-lumba yang terdampar di Pantai Nambangan, Kenjeran, Surabaya, Senin (23/5/2016).
Ikan mamalia seberat 1 kwintal dan panjang 2,5 meter itu, dilepas di titik satu mil dari bibir pantai Nambangan.
"Tadi kami lepas di perairan selat Madura, sekitar kaki jembatan Suramadu, dan kondisinya cukup baik, sudah bisa melompat-lompat dan makan ikan-ikan belanak yang ada di permukaan perairan itu," kata Misbahul Munir, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KTNI) Jatim, usai melepas ke laut lumba-lumba jenis moncong botol itu.
Warga sepanjang pantai Nambangan terlihat lega.
Sebelumnya, mereka datang ramai-ramai ke kampung Jambangan Gang 3 untuk melihat lumba-lumba terdampar itu.
"Karena belum pernah ada lumba-lumba yang pernah terdampar disini. Yang sering hiu hitam atau hiu tutul," cerita Hafidin, salah satu nelayan yang ikut menunggangi lumba-lumba itu saat berada di sekitar pantai Nambangan.
Lumba-lumba itu terjaring nelayan saat menarik jaring rajungan, Minggu (22/5/2016), sekitar pukul 14.00 WIB.
Lumba-lumba itu kemudian dilepaskan dari jaring.
Namun saat nelayan kembali ke pantai, lumba-lumba itu mengikuti.
"Tahu-tahu, sekitar pukul 20.00 WIB, saat kami persiapan melaut, ikan itu ada di pantai. Tidak bisa bergerak, karena airnya sedang surut. Kami laporkan ke orang-orang dan diminta untuk mengamankan, jangan sampai dipegang banyak orang," lanjut Hafidin.
Karena kondisi air laut sedang surut, lumba-lumba itu sulit bergerak.
Ketika berangsur pasang, nelayan berinisiatif mengikatnya hingga ada petugas yang datang.
Karena tidak ada petugas yang datang, akhirnya ikan itu diangkat beramai-ramai ke perahu, yang sudah diberi air.
"Ada tujuh orang yang mengangkat bersamaan. Baru tengah malam ada petugas datang dan mengutus lumba-lumba itu," lanjut Hafidin.
Petugas yang datang, salah satunya adalah dokter hewan yang kemudian memeriksa dan memberikan antibiotik dan vitamin sekitar pukul 01.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-lumba-lumba8_20160523_160729.jpg)