Selasa, 14 April 2026

Berita Malang Raya

Kisah Duka 2 Calon Perawat Tewas dalam Pusaran Coban Tundo Telu di Malang

#MALANG - Kali ini merenggut nyawa dua calon perawat dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
istimewa
Proses evakusi korban di Air Terjun Coban Tundo Telu. 

"Kemarin kondisi hutan ketika kami lakukan pencarian awal, juga air berwarna keruh sehingga kesulitan mencari," lanjut Yusak.

Pencarian dilanjutkan Kamis (21/4/2016) pukul 08.00 WIB. Kali ini lebih banyak anggota tim SAR terlibat. Awalnya, beberapa orang hendak menyelam. Tetapi karena debit air masih besar dan warna air keruh, pencarian melalui penyelaman dibatalkan.

Sekitar pukul 09.46 WIB, jenazah pertama berhasil ditemukan dan pukul 09.53 WIB, jenazah kedua juga muncul.

Tim SAR kemudian melempar pengait atau jangkar ke jenazah. Sebab petugas kesulitan mengambil tubuh yang berada di seputaran pusaran jatuhnya air terjun itu.

Teknik memakai pengait berhasil. Tubuh keduanya bisa dibawa menepi ke darat. Pukul 13.20 WIB, jenazah keduanya tiba di Kamar Mayat RS Saiful Anwar yang berjarak sekitar 87 KM dari Coban Tundo Telu.

Yusak menambahkan, Taufiq dan Hafidl menjadi korban kedua selama tahun 2016. "Tahun ini ada dua kejadian di Coban Tundo Telu, jumlah korban empat orang. Januari lalu, dua orang juga tewas dan sekarang juga dua," imbuhnya.

Yusak yang rumahnya bertetangga desa dengan Desa Sidoasri itu mengatakan ketika musim hujan lokasi tersebut memang berbahaya. Jalan menuju coban itu licin dengan jurang di sisi kanan dan kirinya. Debit air juga tiba-tiba besar karena kerap hujan.

"Dan sebenarnya di tempat itu juga dilarang mandi," tegasnya. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved