Berita Malang Raya
Kisah Duka 2 Calon Perawat Tewas dalam Pusaran Coban Tundo Telu di Malang
#MALANG - Kali ini merenggut nyawa dua calon perawat dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Coban Tundo Telu di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang kembali menelan korban jiwa.
Kali ini coban atau air terjun itu merenggut nyawa dua calon perawat dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, M Taufiq Bachtiar (23) dan M Hafidl Hasbullah (24).
Kedua mahasiswa ini sudah menjalani yudisium, dan tinggal menunggu waktu wisuda serta pengambilan sumpah profesi pada 30 Juli 2016.
Taufiq berasal dari Dusun Kebonan Desa/Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, sedangkan Hafidl dari Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.
Mereka teman se-angkatan yang juga teman satu kos di sebuah rumah di Jalan Raya Candi 3A Kota Malang.
Keduanya tewas diduga tenggelam di dalam kolam penampung air terjun, Rabu (20/4/2016) sore. Kolam tempat jatuhnya air terjun itu berukuran 15 x 20 meter, dengan kedalaman paling dalam tujuh meter. Area paling dalam berada di titik jatuhnya air.
Area jatuhnya air juga terjadi pusaran karena air terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter, dan tidak mengalir deras ke bawah dari kolam tersebut.
"Ngalirnya itu tidak deras, air memang banyak tertampung di kolam. Karena bentuknya memang seperti ceruk. Air dari kolam bisa keluar, tetapi secara perlahan ke aliran di bawahnya," ujar Yusak Khrismanto, anggota tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) PMI Kabupaten Malang yang ikut mengevakuasi kedua jenazah saat ditemui di Kamar Mayat RS Saiful Anwar Kota Malang, Kamis (21/4/2016).
Yusak menduga keduanya tenggelam di area pusaran air tersebut.
Tenggelamnya Taufiq dan Hafidl pertama kali diketahui oleh David Firmanto (15) dan Riki Setiawan (18), penjaga parkir di area tersebut. Lokasi parkir kendaraan bermotor dan Coban Tundo Telu itu masih ditempuh dengan berjalan kaki beberapa menit.
Rabu (20/4/2016) pukul 15.30 WIB, hanya tersisa satu sepeda motor Vixion bernomor polisi P 3365 MT. Penjaga parkir sudah menunggui cukup lama satu sepeda motor itu.
Karena hari menjelang sore, dan mereka hendak pulang, kedua remaja itu akhirnya berinisiatif mengecek ke atas, ke area coban.
"Keduanya menemukan tumpukan tas, sepatu, dan hape," lanjut Yusak.
Keduanya tidak terlihat di sekitar coban. Tubuh keduanya juga tidak terlihat di dalam kolam air terjun. David dan Riki lantas melaporkan ke petugas yang ikut mengelola kawasan wisata baru di area Perhutani tersebut.
Laporan dilanjutkan kepada perangkat desa, dan Polsek Sumbermanjing Wetan. Beberapa orang berusaha mencari di sekitar air terjun, tetapi pencarian awal di sore hari menjelang malam itu tidak membuahkan hasil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-malang-pengunjung-air-terjun-tewas_20160421_141504.jpg)