Sabtu, 11 April 2026

Berita Surabaya

Komunitas Mahasiswa dan SSC Surabaya Latih Kreativitas Anak Marjinal Lewat Seni

#SURABAYA - “Kami fokus anak SD, kalau ada yang umurnya lebih kecil kami ajarkan seni, ini bekal mereka untuk terus berkarya di luar akademik.”

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan anak sibuk menggunting kain perca dan kertas. Beberapa lainnya sibuk dengan perekat kertas dan menyatukan hasil guntingan teman-temannya.

Mereka menunjukkan kelebihan dalam lomba kolase untuk melatih kreativitas anak.

Kegiatan yang diadakan PGSD Development Community (PDC), komunitas mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang bekerjasama dengan Save Street Children (SSC) Surabaya menyasar anak-anak marjinal untuk dibekali dengan ilmu dan seni.

Siswa SDN Airlangga 1, Nadiva reva (10) juga tampak sibuk membungkus kotak beks dengan kain perca, dibantu beberapa temannya ia merekatkan lem untuk erekatkan kain pada kardus.

“Mau buat ranjang boneka,” jelasnya ketika ditanya SURYA.co.id saat mengikuti loma di Taman Prestasi, Minggu (27/3/2016).

Kegiatan ini sangat menyenangkan buatnya, karena sehari-hari ia tidak bisa menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

“Ini kreasi kami sendiri, kalau kakak-kakaknya biasanya mengajarkan kami menari atau mengerjakan tugas di dekat rumah,” terangnya.

Beberapa anak lain juga tampak serius dengan guntingan kertas yang ditempel paga kertas hingga membentuk pola gambar kolase.

Anak-anak ini biasa menghabiskan siang hari pulang sekolah hingga petang untuk mencari tambahan uang dengan mengamen atau menjual koran. Beberapa juga ikut orang tuanya berjualan di pinggir jalan.

Hal yang sama dilakukan Rido Ferdianto (6) yang terlihat serius menggunting kertas berwarna. Ia mengunting sejajar kertas-kertas itu dan membuatnya menjadi bunga. “Kalau dirumah nggak ada temannya bermain,” terangnya.

Bagi Rido, membuat kerajinan merupakan hal yang menyenangkan. Selain bisa melakukan yang ia sukai, ia juga bisa menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Selain Rido, sejumlah anak terlihat lihai memainkan gitar kecil yang dibawa dan membawakan lagu untuk teman-temannya yang sedang sibuk membuat kerajinan tangan.

Dewi Ambarwati, Ketua PDC menjelaskan, kegiatan lomba dengan mengajak anak marjinal binaan SSC Surabaya ini merupakan acara puncak untuk menakhiri program pembelajaran anak-anak marjinal setelah 6 bulan pendampingan. Anak-anak ini setiap hari Kamis dan Minggu didampingi untuk belajar pelajaran sekolah dan kesenian.

“Kami fokus anak SD, kalau ada yang umurnya lebih kecil kami ajarkan seni, ini bekal mereka untuk terus berkarya di luar akademik,” terangnya.

Komunitas yang telah berjalan selama 3 semester ini tidak hanya diikuti mahasiswa dari jurusan Pendidikan Guru SD saja, namun sudah meliputi semua siswa di fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Unesa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved