Berita Surabaya
Waspada Pelaku Pencabulan Siswi SD Berkeliaran di Surabaya, Simak Kasus Bocah ini
Korban yang masih duduk di kelas III SD itu mengaku telah dicabuli seorang pria tidak dikenal. Sampai sekarang pelaku masih berkeliaran di Surabaya.
Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Waspada memiliki anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Seorang warga Putat Jaya berinisial PR melaporkan kasus yang dialami anaknya ke Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/3/2016).
Korban yang masih duduk di kelas III SD itu mengaku telah dicabuli seorang pria tidak dikenal. Sampai sekarang pelaku masih berkeliaran di Surabaya dan sekitarnya.
Pencabulan ini terjadi saat korban pulang sekolah bersama seorang temannya. Dua siswi yang berjalan kaki dihampiri seorang pemuda mengendarai motor.
Pemuda itu bertanya kepada kedua siswi itu tentang toko yang berjualan buku. Kedua siswi itu langsung menunjukan toko dimaksud.
Pemuda itu beralasan tidak memahami kawasan tersebut lantas meminta kedua siswi naik ke motor bersama pelaku. Ternyata kedua pelaku tidak menuruti rute yang ditunjukan kedua siswi itu.
Merasa tidak enak, teman korban minta diantarkan kembali ke tempat semula. Awalnya pelaku tidak menuruti permintaan teman korban. Pelaku baru menuruti permintaan teman korban setelah teman korban menangis.
“Hanya teman korban yang turun. Sedangkan korban masih bersama pelaku,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Selasa (15/3/2016).
Setelah mengantarkan teman korban, lagi-lagi pelaku tidak langsung menuruti rute yang ditunjukan korban. Justru pelaku mengarahkan motornya ke lahan kosong di sekitar Dukung Kupang.
Di lahan kosong inilah pelaku mencabuli korban. Korban yang merasa kesakitan langsung menangis dan minta diantarkan pulang.
Pelaku memang mengantarkan korban kembali ke rumahnya. Tapi pelaku menurunkan korban di mulut gang.
Korban terpaksa kembali ke rumah dengan berjalan kaki. Menurut Ruth Yeni, korban belum sempat mengenakan celana dalam (CD) saat dipulangkan oleh pelaku. Pelaku memberi uang Rp 1.000 kepada korban.
PR kaget melihat kondisi korban. Korban langsung bercerita kejadian yang dialaminya kepada ibunya. PR yang tidak terima kejadian dialami putrinya langsung melapor ke Mapolrestabes Surabaya.
“Kami sudah mengetahui ciri-ciri pelaku dari korban. Semoga kami bisa segera menangkap pelaku,” pungkas Ruth Yeni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pernikahan-di-polres-malang_20160114_183454.jpg)