Citizen Reporter
Begini Memanfaatkan Perpustakaan Digital untuk Menulis Karya Tulis Ilmiah
era serba digital, idealnya membuat karya tulis ilmiah kian dimudahkan... cukup mengakses perpustakaan digital kapan saja dan dimana saja...
Reportase : Suwanto
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab & Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
KEBERADAAN perpustakaan sebagai gerbang ilmu pengetahuan di lingkungan sekolah tentu sangat penting. Terlebih bagi masyarakat sekolah seperti guru dan siswa.
Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi menuntut perpustakaan sekolah juga berkembang seirama kemajuan zaman guna memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien. Pun koleksinya tak melulu buku tercetak saja tetapi juga dalam bentuk digital.
Bentuk respons tantangan tersebut hadir layanan perpustakaan digital (digital library) di SMAN 7 Purworejo. Tapi, ternyata belum banyak warga sekolah paham perpustakaan digital dan bagaimana mengaksesnya. Demikian penuturan Kepala Perpustakaan SMAN 7 Purworejo, Tri Wuryani, SPd MPd.
Padahal koleksi perpustakaan digital juga sangat bermanfaat menunjang siswa dalam mengerjakan tugas ataupun sebagai referensi membuat karya tulis ilmiah. Kelebihan lain dari koleksi perpustakaan digital ini yaitu mudah diakses kapan saja dan di mana saja selama ada akses internet. Perpustakaan digital inipun tak terikat ruang dan waktu.
Inilah yang melatarbelakangi perpustakaan SMAN 7 Purworejo mengadakan kegiatan untuk mewadahi itu semua, Sabtu (27/2/2016). Bekerja sama dengan mahasiswa praktik kerja lapangan (PKL) D3 Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, diadakan Pelatihan Perpustakaan Digital, Pelayanan Referensi, dan Literatur Ilmiah yang melibatkan 65 siswa.
Tiga pembicara, Wakhid dan Purnomo Aji (PKL D3 PII UIN), serta Suwanto (Ilmu Perpustakaan FAIB UIN Sunan Kalijaga), dihadirkan. Wakhid memaparkan tentang perpustakaan digital di SMAN 7 Purworejo beserta koleksi-koleksinya. Pemateri kedua, Purnomo Aji membahas tentang jenis-jenis koleksi referensi seperti Kamus, Biografi, Ensiklopedi, dan Direktori, dan lain-lain.
Menulis Karya Ilmiah
Pembicara ketiga, Suwanto memaparkan tentang literatur ilmiah lebih khususnya mengenai bagaimana membuat karya tulis ilmiah atau penelitian ilmiah, how to write a research paper, dalam teori dan praktik.
Ada tiga aspek yang wajib dipenuhi membuat karya ilmiah, yaitu aspek kebahasaan, metodologi penelitian, dan penulisan. Peserta diarahkan bagaimana membuat judul, abstrak, pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, pembahasan, dan penutup (saran dan simpulan), serta praktik langsung mengutip dan membuat daftar pustaka yang baik dan benar.
Pemateri juga menegaskan, tahapan umum penelitian ilmiah ialah ide, tulis, dan riset, yang kemudian dijabarkan ke dalam langkah–langkah. Yaitu gagasan dan teori, pengumpulan data, analisis data, pembahasan dan hasil, serta penerikan kesimpulan dan saran.
Dalam membuat judul paling tidak harus ada objek formal dan materialnya. Judul karya ilmiah hendaknya tak boleh dari 15 kata yang ciri khasnya hanya terdiri dari noun dan kausa. Adapun dalam membuat abstrak hendaknya ditarik dari kesan pertama yang menarik.
Mudah bukan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/perpustakaan-digital_20160306_184351.jpg)