Bandara Juanda
Para Pramugari Cantik Berebut Paling Akhir Tes Alkohol di Bandara Juanda
#SIDOARJO - "Biar pilot dululah. Kami belakangan saja tes kesehatan dan alkoholnya," elak Indah di ruang khusus dalam Bandara Juanda.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SIDAORJO - Empat perempuan cantik itu terus duduk di sofa sambil memainkan gadget mereka di Bandara Juanda Surabaya di Sidoajro, 14 Februari 2016.
Sesekali mereka saling tertawa saat mereka menunjukkan layar smartphone mereka. Ada yang menunjukkan foto selfie ada juga yang hanya menunjukkan posting temannya.
Mereka adalah para pramugari maskapai Citilink. Sebelum terbang, maskapai ini mewajibkan pramugari, pilot maupun copilot dicek kesehatannya.
Selain itu mereka juga harus dites alkohol. Alat tiup disodorkan kepada mereka untuk mengetahui alkohol dalam tubuh mereka.
Belum tuntas mereka saling gojek, salah satu dari pramugari cantik itu melompat dari sofa. Petugas kesehatan memanggil namanya.
Spontan Indah, salah satu dari pramugari itu, berdiri. Namun, dia bukannya menuju tempat arah suara petugas kesehatan. Pramugari cantik ini malah ndusel kembali di ke sofa.
"Biar pilot dululah. Kami belakangan saja tes kesehatan dan alkoholnya," elak Indah di ruang khusus dalam Bandara Juanda. Ruang ini khusus singgah para pilot dan pramugari.
Petugas kesehatan pun meminta meniup kotak kecil. Kotak yang ujungnya tersapat lubang kecil dan panjang. Dari lubang inilah, baik pilot maupun pramugari dipaksa meniup sekuat-kuatnya. Dalam hitungan satu menit, mereka harus meniup terus. Inilah tes alkohol.
Citilink memulai penerbangan dengan lebih dulu menggelar briefing. Terutama pilot dan copilot akan diberi tahu akan situasi dan kondisi terkini bandara tujuan. Juga cuaca selama penerbangan akan disampaikan di uang operasional Citilink.
Aris Margono, Avsec Manajer Opetasion Citilink, kebetulan Minggu tadi datang langsung dari Jakarta untuk mengecek dan menyidak prosedur keamanan selama penerbangan.
Termasuk SOP di maskapai itu hingga keadaan pesawat dan keamanan barang bagasi.
Manajer Citilink Surabaya, Soedjoko Dalijo, menuturkan bahwa sebelum terbang semua harus siap. Semua harus menjamin akan keselamatan penerbangan. Tidak hanya sisi pesawat, tapi juga sisi pilot dan pramugarinya.
"Makanya kami wajib melakukan tes alkohol. Jika melebihi batas kadar yang ditentukan tak boleh pilot atau copilot menerbangkan pesawat. Begitu juga pramugari tak bisa menemani penumpang terbang," kata Dalijo.
Sementara itu, Monica Septi, salah satu pramugari, tampak berjalan perlahan menuju meja pemeriksaan kesehatan. Meski tiap hari sebelum terbang tes alkohol itu selalu dilakukan, namun dia mengaku ndredek (waswas) juga.
"Kan alkohol bisa juga bukan dari minuman. Kalau melebihi kadar akan dilarang ikut terbang," ucap Monica.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/beriata-surabaya-cantik-pramugari-citilink-tes-alkohol_20160214_222054.jpg)