Sabtu, 2 Mei 2026

Lapsus Gagal Ginjal

Cuci Perut Lebih Cocok untuk Anak

Cuci perut tidak membutuhkan mesin, karena hanya menggunakan gaya gravitasi, baik untuk mengeluarkan maupun memasukkan cairan.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasien gagal ginjal kini tidak hanya didominasi orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

Bahkan, berdasar catatan RSUD Dr Soetomo Surabaya, dalam lima tahun terakhir, pasien cuci darah (haemodialisa) dari kalangan anak-anak meningkat.

Salah satu penyebab anak menderita gagal ginjal adalah kebiasaan jajan tidak sehat.

Jajanan anak banyak mengandung zat berbahaya yang bisa mempengaruhi fungsi organ tubuh.

Haemodialisa (HD) atau cuci darah dan Continues Ambulatory Peritoneum Dialysis (CAPD) atau cuci perut, sama-sama berfungsi menghilangkan racun di dalam darah.

Namun, sistem CAPD lebih diutamakan bagi anak. Hanya saja, prosesnya sedikit berbeda. Cuci darah berfungsi menyaring racun darah dan mengeluarkannya bersama cairan tubuh, karena ginjal yang menjadi penyaring tidak berfungsi.

Sedangkan cuci perut berfungsi menyerap racun darah dan kelebihan cairan pada tubuh pasien dengan cara difusi melalui membran peritoneum di dalam perut.

Sebelum proses cuci perut, pasien harus menjalani operasi pemasangan kateter di perut sebelah kanan. Secara berkala kateter ini diganti.

Melalui kateter, cairan masuk dan keluar. Cairan ini sudah dilengkapi kantong kosong untuk pembuangan atau disebut twinbag dianeal yang hanya sekali pakai.

Cuci perut tidak membutuhkan mesin, karena hanya menggunakan gaya gravitasi, baik untuk mengeluarkan maupun memasukkan cairan.

Proses cuci perut dapat dilakukan di mana saja, asal bersih, baik di rumah, di dalam mobil, bahkan di tempat wisata.

Satu kali pemasangan kateter hanya butuh waktu 20 - 30 menit. Setiap hari, dibutuhkan 3-4 kali penggantian.

Tidak perlu tenaga medis seperti dokter dan perawat. Bisa dilakukan sendiri atau bantuan anggota keluarga. Biasanya, rumah sakit memberi pelatihan kepada anggota keluarga pasien agar dapat membantu.

Karena kemudahan inilah, CAPD lebih cocok untuk pasien anak.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved